Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Apa Kabar Pendidikan Negeri Ini

ARTIKEL TENTANG PENDIDIKAN
Apa Kabar Pendidikan Negeri Ini
Oleh : Ayu Wandira / 180388203035 Mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji jurusan pendidikan Bahasa inggris

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.  Sedangkan menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata “didik” dengan memperoleh imbuhan “pe” serta akhiran “an”, yang artinya langkah, sistem atau perbuatan mendidik. Jadi pengertian pendidikan menurut KBBI adalah proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran atau pelatihan.
Pendidikan merupakan salah satu faktor penting bagi  sebuah negara. Dengan pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten. Sehingga kondisi bangsa akan terus mengalami perbaikan dengan adanya para penerus generasi bangsa. Pendidikan adalah suatu hak yang harus didapatkan setiap manusia. Dari pendidikan seseorang akan akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan mempunyai ilmu dan sikap sosial yang tinggi.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangaka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Indonesia merupakan negara besar dengan luas negara sekitar  5.193.250 km² (mencangkup daratan dan lautan). Dengan jumlah penduduk mencapai 265 juta jiwa. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015/2016 jumlah pelajar di Indonesia sekitar 4.312.407 pelajar. Dengan jumlah sebanyak itu menjadikan pendidikan di Indonesia merupakan suatu permasalahan yang serius. Sesuai dengan pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat dan mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Dalam pasal ini menegaskan bahwa Negara dalam hal ini harus memberikan perhatian khusus pada dunia pendidikan di Indonesia. Bahkan dalam salah satu ayat dalam dalam pasal ini mengatakan bahwa pemerintah harus memberikan anggaran sekitar 20% dari APBN Negara. Memang pemerintah telah membuktikannya, namun kenyataannya kualitas pendidikan di Indonesia masih buruk.  
Masalah pendidikan di Indonesia semakin carut marut dengan permasalahan-permasalahan dari berbagai bidang. Dalam rangka memajukan bangsa dan kebudayaan nesional serta melaksanakan fungsi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas demi pembangunan, maka perlu ditekankan bahwa pendidikan di Indonesia harus mampu menerapkan pelaksanaan program pendidikan yang merata. Adapun yang dimaksud pelaksanaan pendidikan yang merata adalah pelaksanaan program pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan seluas-luasnya  bagi seluruh warga negara Indonesia untuk dapat memperoleh pendidikan atau biasa disebut perluasan kesemptan belajar. Diantaranya yaitu tidak meratanya pendidikan di Indonesia ditengah-tengah permasalahan pendidikan di Indonesia pemerintah tiba-tiba mengeluarkan kebijakan pergantian penggunaan kurikulum dari sebelumnya menggunakan kurikulum KTSP menjadi kurikulum K2013. Sedangkan saat itu tidak semua daerah sanggup memfasilitasi siswa sesuai dengan ketentuan kurikulum 2013. Karena terdapat perbedaan ketersediaan fasilitas di setiap daerah, terutama untuk daerah terpencil dan pulau terluar. Mungkin hanya sebagian sekolah yang berada di daerah maju atau perkotaan yang bisa menerapkan kurikulum tersebut.
Hal lain yang menjadi faktor penghambat pendidkan di Indonesia adalah dari segi fasilitasnya, seperti yang telah disebutkan diatas bahwa tidak seluruh wilayah ataupun kawasan di Indonesia memiliki fasilitas yang memadai. Khususnya untuk daerah terpencil atau pulau-pulau terluar Indonesia. Perhatian pemerintah lebih tertuju pada pendidikan di ibukota, jadi sangatlah wajar apabila kualitas pendidikan di ibukota jauh lebih baik dibanding dengan pendidikan didaerah. Jangankan untuk memenuhi ketentuan kurikulum 2013, mungkin dari segi bangunan sekolah tidak layak untuk digunakan ada bangunan sekolah yang hampir rubuh. Juga di Indonesia setiap daerahnya belum tentu memiliki referensi buku pelajaran yang sama, bahkan masih ada sekolah-sekolah yang bukunya tidak lengkap. Dan fasilitas-fasilitas seperti lab komputer yang belum memadai, padahal hal ini menjadi faktor penunjang yang paling penting dalam proses pembelajaran. Akibat sikap pemerintah yang tidak adil pada pendidikan disemua daerah dinegeri ini, itulah yang membuat ketidakseimbangan kualitas pendidikan di Indonesia sampai saat ini tidak merata.
Biaya pendidikan di Indonesia juga tergolong mahal, mahalnya biaya pendidikan dimulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi hal ini yang membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah dan putus sekolah.Memang pemerintah telah menyisishkan 20% dari APBN namun nyatanya usaha tersebut belum berhasil untuk memecahkan permasalah pendidikan.
Salah satu komponen penting dalam kegiatan pendidikan dan proses pembelajaran adalah pendidik atau guru. Betapapun kemajuan teknologi telah menyediakan berbagai ragam alat bantu untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pembelajaran, namun posisi guru tidak sepenuhnya dapat tergantikan. Itu artinya guru merupakan komponen penting bagi keberhasilan peserta didik. Keadaan guru di Indonesia juga sangat memprihatinkan, kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya. Guru di Indonesia bahkan banyak yang dikatakan tidak layak mengajar,kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Hal ini berpengaruh terhadap hasil yang di dapat oleh siswa sebagai peserta didik. Perhatian pemerintah terhadap guru di Indonesia juga sangat rendah. Guru digaji dengan upah minimum, terutama bagi guru honorer hanya digaji ratusan ribu perbulannya. Hal ini yang menyebabkan banyak guru di Indonesia yang mencari tambahan dengan berbagai cara. Bagaimana negara ini akan maju jika tenaga pendidiknya belum diperlakukan sepenuhnya.

Peserta didik sebagai sasaran utama juga berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia, kurangnya sikap disiplin,kejujuran dan rasa tanggung jawab dari dalam diri peserta didik itu sendiri. Hal ini dibuktikan dengan hal-hal sederahana seperti seringnya siswa datang terlamat kesekolah. Kejujuran dari dalam diri peserta didik juga masih rendah, seperti masih adanya siswa yang mencontek saat ujian. Juga hal lain seperti remaja atau siswa yang masih suka melakukan tawuran antar pelajar. Dan hal yang paling marak yang dilakukan pelajar sekarang adalah bermain game online, yang menyebabkan siswa lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain game dari pada belajar. Tak jarang kadang kita melihat siswa-siswa yang nongkrong di warnet atau café-café pada saat jam efektif belajar. Pada konsisi ini yang terjadi pada siswa ialah kurangnya minat siswa dalam belajar atau boleh dikatakan siswa tidak memiliki motivasi dalam bersekolah.
Seperti yang telah kita ketahui akhir-akhir ini banyak kasus yang terjadi antara seorang guru dan siswa. Penganiayaan yang terjadi pada 1 Februari 2018 ini berujung maut yang dilakukan oleh seoarang siswa SMAN 1 Torjun terhadap gurunya di sekolah.
Bukan hanya sekali ini saja kasus siswa yang berlaku kurang baik terhadap guru terjadi, tetapi masih banyak lagi yang terjdadi akhir-akhir ini. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi penurunan sikap hormat siswa terhadap seorang guru. Dimana siswa tidak lagi menganggap guru sebagai seorang panutan, seseorang yang memberi ilmu dan pengetahuan yang patut dihormati dan disegani. Hal ini bisa terjadi disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya rasa hormat seorang murid terhadap gurunya
Dalam kejadian ini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam tahap perkembangan siswa, karena orang tua merupakan linhgkungan terdekat bagi seorang siswa. Orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan budi pekerti di rumah, tidak hanya mengharapkan guru saat disekolah. Orang tua dituntut untuk mengajarkan anaknya sejak dari masih dini, membekali mereka dengan  sikap atau akhlak yang baik, mengajarkan mereka mengenai agama.
Setelah memahami permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia, diharapakan pemerintah hendaknya meninjau ulang jalannya proses pendidikan di Indonesia. Dari segi kurikulum pemerintah hendaknya meninjau ulang penerapan kurikulum 2013, karena disini yang paling berpengaruh terhadap siswa sebagai sasaran dalam proses pendidikan tersebut. Juga terkhusus untuk daerah terpencil atau pulau-pulau terluar yang seharusnya lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah. Juga pemerintah hendaknya menyalurkan dana untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah yang ada didaerah.
Dalam usaha memajukan pendidikan di Indonesia pemerintah mengalami banyak permasalahan. Karena dunia pendidikan bukan merupakan salah  permasalahan yang di alami oleh pemerintah. Untuk itu diharapkan semua pihak turut berperan dalam usaha pendidikan di Indonesia, guna untuk memajukan pendidikan itu sendiri. Peran serta masyarakat menjadi penting, karena proses pendidikan itu berlangsung di tengah masyarakat itu sendiri, bahkan dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan mempunyai kepentingan terhadap masyarakat dan masyarakat mempunyai kepentingan terhadap pendidikan.
Keberhasilan pendidikan bukan tanggung jawab penyelenggara pendidikan saja, tetapi masyarakat harus terjun sama. Usaha untuk memajukan pendidikan di Indonesia adalah usaha kita bersama sebagai warga negara. Sehingga tujuan pendidikan yang di cita-cita kan itu sendiri bisa tercapai. Demi kemajuan negara ini dan guna memperbaiki kualitas tiap-tiap warga negara.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Kabar Pendidikan Negeri Ini"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA