PAD Pariwisata Morotai Masih Nyungsep

Keprinews.com,MOROTAI -- Objek wisata yang patut di kunjungi, baik wisata pantainya, taman kota dan wisata sejarah, semua ada di seputaran kota daruba.

Foto:wisata di pulau Morotai

Seperti objek wisata museum trikora di desa wawama, objek wisata taman bunga matahari di lemon nade, objek wisata kuliner taman kota daruba, pantai jababeka,  pantai sagolo dan lokasi sail di desa juanga serta objek wisata pantai dan sejarah army dock di desa pandanga.  sejumlah pantai wisata dipusat kota daruba ini menawarkan panorama yang menawan sehingga ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun luar daerah ketika berada di pulau terluar ini.

Ke tujuh objek wisata itu pantai army dock yang paling banyak pengunjungnya, karena selain menyuguhkan pasir putih yang indah juga sangat dekat dari pusat kota daruba. "Tempat wisata ini sejak dibuka belum lama ini banyak di serbu pengunjung, baik masyarakat di seputaran kota daruba maupun dari luar,  lebih banyak pengunjung datang bersama keluarga, karena pantainya bersih sehingga mereka merasa nyaman untuk anak anak mereka berenang di pantai," ungkap salah satu ibu pemilik lapak di pantai army dock, kamis 1/11/2018 sore

Selain tempatnya sangat strategis, pantainya indah, army dock juga sebagai objek wisata sejarah dan akan di jadikan salah satu destinasi wisata sejarah yang akan dibangun pemkab pulau morotai, "pantai dan pelabuhan army dock adalah salah satu destinasi wisata sejarah yang sudah dibuat masterplannya dan akan di bangun pemkab pulau morotai bersama pemerintah pusat,"ungkap bupati pulau morotai, benny laos, beberapa bulan lalu, saat menerima Utut Adyanto, wakil ketua DPR RI yang membidangi pari wisata berkunjung ke pulau morotai.

Tapi sangat di sayangkan tempat tempat ini belum dikelola dengan baik sehingga pariwisata menjadi sektor andalan tetapi sejauh ini belum mampu nenyumbang PAD yang signifikan. "Dinas pariwisata tahun ini dikasih target hanya 120 juta PADnya, ini sangat kecil tetapi kami memahami karena kita belum punya fasilitas penunjang untuk menjual objek wisata tersebut padahal kita punya banyak spot."ungkap kepala BPKAD Pulau Morotai, M Umar Ali, beberapa waktu lalu diruang kerjanya.

Tetapi kata kepala BPKAD ia optimis pada tahun 2019 sektor pariwisata akan menyumbang PAD yang signifikan karena seluruh infrastruktur dan fasilitas lain sudah dibangun untuk menunjang sektor pariwisata.

Sementara sejumlah pengunjung berharap pemkab bisa bertindak cepat untuk mengembangkan objek wisata yang ada karena sangat menjanjikan pendapatannya. "Pemkab segera buat perdanya menetapkan objek wisata yang segera dikembangkan sehingga itu menjadi kebutuhan dan dianggarkan di APBD untuk dibangun menjadi objek wisata yang layak di jual, sayangkan tempatnya indah tapi belum di kelola dengan baik, "ungkap Sufyan, pengunjung pantai army dock asal kalimantan timur. Di kesempatan lain juga kadis pariwisata Nona. N. Duwila. SH. M. Si saat di konfirmasi media ini di ruang kerjanya menggungkapkan bahwa PAD untuk pariwisata di targetkan 50 juta ditahun 2018 dan sekarang hampir mencapai target sekarang 30 juta,mudah-mudahan di tahun 2019 bisa melampauwi target.(ojemona)

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA