"Pebisnis pemula Bisa Kerja “Telah Hadir Ruang Hampa”

Jakarta,Keprinews.com – Ruang Hampa. Mendengar frasa ini yang terbayang di kepala kita pastinya space di luar atmosfer bumi sampai ke angkasa atau antariksa. Dalam pelajaran geografi di sekolah menengah, Ruang Hampa didefinisikan sebagai ruang yang benar-benar kosong, tidak ada udara, maupun partikel-partikel lainnya. Lalu apa hubungannya dengan tempat kerja? Kehampaan atau kesunyian itulah yang justru menjadi nilai lebih di mata Zaenal A Budiyono, Msi, pembesut Coworking Space berlabel www.ruanghampa.id, yang juga seorang dosen dan pengamat politik.


Ia menuturkan bahwa ketenangan (a.k.a. kesunyian atau kehampaan) bagi warga ibukota sekarang ini merupakan barang mewah. “Dengan rutinitas kemacetan setiap hari, polusi udara dan suara, maka kehampaan ibarat oasis di tengah gurun”, ujarnya. Dalam laman situs Ruang Hampa disebutkan bahwa hampir semua orang membutuhkan ketenangan untuk menemukan fokus dan akhirnya dapat mengeksekusi berbagai pekerjaan. Dalam konteks ini, tambah Zaenal, Ruang Hampa hadir membantu mereka menciptakan sesuatu yang luar biasa, mewujudkan goals bisnis dan menjadi pemenang. Dengan kata lain Ruang Hampa merupakan ruang untuk berkreasi. A Space to Create!

Sejauh ini ada dua layanan reguler yang disediakan di Ruang Hampa, yakni Coworking Space (CWS) dan Meeting Room (MR). CWS tak lain layanan yang bersifat individual, dimana setiap orang bisa datang dan menggunakan space di sana. Fasilitas di CWS lumayan mendukung para pebisnis pemula, seperti high speed internet acces, zero noise, network opportunities dan minuman ringan gratis. “Satu lagi yang membedakan dengan Coworking Space sejenis, disini didukung library dengan ribuan buku yang bisa menjadi bahan referensi bagi mereka yang tengah mengerjalan skripsi, tesis, maupun desertasi. Atau juga para profesional yang pekerjaannya memerlukan referensi buku”, ujarnya.

Target pasar Ruang Hampa tak lain para pebisnis pemula, young enterpreneur, profesional maupun mahasiswa yang bekerja tidak terikat tempat. Mereka tak lain adalah barisan Generation Y yang memiliki behavior berbeda dengan generasi sebelumnya. Diantaranya berjiwa optimis, inovatif, bekerja tidak terikat waktu dan tempat dan social media militant. “Perubahan bahaviour ini harus kita ikuti, karena kalau tidak, maka kita yang akan ditinggal. Seperti hanya teknologi yang tak bisa ditolak, Gen Y style juga tidak mungkin dihindari. Yang paling baik bagi kita adalah bagaimana beradaptasi dengan setiap perubahan”, ujar ayah satu anak ini.

Ruang Hampa terletak di bilangan Tanjung Mas Raya, Jakarta Selatan, hanya beberapa meter dari Stasiun Tanjung Barat. Saat Redaksi......... masuk ke Ruang Hampa, suasananya tidak seperti kantor pada umumnya. Justru lebih kental nuansa library dengan barisan buku mengelilingi empat sisi dinding. Tidak ada meja resepsionis yang kaku, digantikan bar table disisipi poster-poster tokoh-tokoh besar dunia dan Indonesia, seperti Bung Karno, Tan Malaka, Nelson Mandela hingga Malala Yousafzai. Latar belakang pemilik Ruang Hampa yang seorang akademisi dan pengamat politik nampak tidak lepas dari suasana tempat itu. Tapi tidak hanya buku sosial politik saja yang mendominasi library di Ruang Hampa. Banyak juga buku bidang lain, seperti ekonomi, hukum, biografi, agama, filsafat, perempuan dan banyak lagi.

Tarif di Ruang Hampa juga tergolong murah bila dibandingkan dengan Coworking Space lainnya di Jakarta. untuk bekerja seharian dari jam 9 pagi sampai 8 malam, pengunjung cukup membayar Rp50.000. Sementara untuk meeting room-nya, dipatok Rp100.000 perjam-nya. Cukup murah untuk ukuran warga Jakarta. So, kamu tertarik “terdampar” di Ruang Hampa?.Red

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA