HARGANAS 2026 di Rutan Batam, Momentum Menumbuhkan Semangat Pengabdian dan Perubahan

Foto:ist

Keprinews
, Humas Rutan Batam – Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam melaksanakan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Rutan Kelas IIA Batam, Senin (29/06). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, pegawai, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta warga binaan pemasyarakatan sebagai bentuk penghormatan terhadap pentingnya peran keluarga dalam kehidupan bermasyarakat.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Ramadina Umaro, beliau menyampaikan amanat mengenai pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia. Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menegaskan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, keharmonisan, serta tanggung jawab dalam keluarga. 

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh jajaran Rutan Batam untuk senantiasa menjaga keharmonisan keluarga sebagai sumber semangat dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Sementara bagi warga binaan, nilai-nilai keluarga diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri, menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional Tahun 2026 di Rutan Kelas IIA Batam berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh makna. Melalui momentum ini, diharapkan seluruh peserta semakin menyadari bahwa keluarga merupakan pilar utama dalam membentuk karakter, memperkuat persatuan, serta mewujudkan generasi yang berkualitas demi Indonesia yang lebih maju.() 

Editor:ana

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA