Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Hadiri Jambore Peternakan Nasional, Presiden Jokowi Berharap Ada Korporasi Peternakan Milik Rakyat

Jakarta,Keprinews.com-Presiden saat menghadiri Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (24/9) siang.
Sumber Photo(Humas/jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, kalkulasi hitung-hitungan ekonomi, beternak kambing atau sapi untungnya gede juga.

Ia menunjuk dirinya sendiri, sepuluh bulan yang lalu membeli 5 ekor kambing, terdiri atas 3 betina dan 2 jantan. Setelah 10 bulan, sekarang menjadi 11 kambing, artinya beranaknya 6.

“Ya ini domba saya kira lumayan gemuk dan tidak kurus-kurus amat kaya saya. Yang ini baru lahir 2 bulan yang lalu, ya 2 bulan yang lalu. Saya kira juga cukup lumayan gemuk,” kata Presiden Jokowi menunjuk kambing miliknya saat menghadiri Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (24/9) siang.

Presiden mempersilakan kalau mau mengritik domba miliknya, enggak apa apa. Pak kurang gemuk, cara gemukkannya seperti ini, enggak apa-apa. Enggak masalah. Silakan. Tapi kalau saya lihat ya cukup bersih, gemuk juga tidak tapi kurus juga tidak, terpelihara lah ya,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Presiden, masih terus melihat bagaimana membangun sebuah industri peternakan yang betul-betul seperti sebuah korporasi besar yang jumlahnya banyak tapi yang memiliki adalah rakyat, yang memiliki adalah peternak-peternak yang bergabung, terkonsolidasi dalam sebuah organisasi. “Entah bentuk PT, dalam bentuk koperasi, entah dalam bentuk gabungan peternakan dalam jumlah yang banyak,” tuturnya.

Dengan demikian, sambung Presiden, hitung-hitungan dari sisi bisnis, dari sisi ekonomi itu betul-betul menguntungkan dan memberikan manfaat yang tinggi kepada masyarakat semuanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengundang Sugiharto, seorang peternak asal Purworejo yang memiliki 206 ekor kambing. Padahal awalnya hanya memiliki 6 ekor kambing.

Pak Sugiharto, sekarang sudah berapa tahun menjadi 206 itu?

“10 tahun,” jawab Sugiharto.

206 itu kalau kambing berapa sih 1 sekarang? 1 kambing berapa kira-kira? 1 juta, kita hitung saja 1 juta. 1 juta berarti sudah 200 juta, sudah jutawan, gede banget, cepet bangt. Memang usahanya hanya kambing saja atau ada usaha yang lain?

“Dulu bekerja, keluar, sekarang beternak kambing,” jelas Sugiharto.

“Itu, berarti yang pekerja-pekerja itu keluar jadi peternak lebih enak ya? Benar? Dulu enggak punya mobil, jadi peternak jadi punya mobil. Ya jelas, kambingnya 200, punya mobil ya kebangetan,” tutur Presiden Jokowi seraya mengatakan, punya kambing 200 sampai enggak punya mobil ya kebangeten.

Sebelumnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam laporannya mengatakan, Jambore Peternakan Nasional 2017 ini diikuti sekitar 1.200 peternak danstakeholder. Acara ini dimeriahkan dengan makan bersama 107 kambing guling dan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Rangkaian kegiatan Jambore telah dilaksanakan dari tanggal 22 September, diisi dengan kontes dan seni ketangkasan domba Garut, kontes kambing Kaligesing, pameran ternak oleh peternak sapi, ayam lokal, itik, dan kelinci.

Menurut Menteri Pertanian, pihaknya mencoba mengubah mindset, dari swasembada pangan menjadi swasembada protein. “Karena protein bisa dari domba, bisa dari kambing dan seterusnya yang selama ini hanya dikenal swasembada daging sapi,” ujarnya.

Selain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Gubernur BI Agus Martowardojo. (seskab/red)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hadiri Jambore Peternakan Nasional, Presiden Jokowi Berharap Ada Korporasi Peternakan Milik Rakyat"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA