Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kepri 2015 Rp5,1 Triliun

Kepri News, Jakarta - Gubernur Kepri H Muhammad Sani menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2015 dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (8/12). Ada peningkatan jumlah DIPA yang diterima Kepri untuk tahun 2015. Jika tahun lalu hanya Rp4,2 triliun, tahun ini naik menjadi Rp5,1 triliun.

Usai menerima DIPA 2015, Gubernur Sani menekankan agar penggunaan uang ini benar-benar diperuntukkan untuk memberi manfaat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Kepri. Gubernur ingin anggaran yang dikucurkan ini bisa digunakan dengan cepat, tepat sasaran dan bermanfaat untuk rakyat.

Gubernur Sani kembali menegaskan bahwa Pemprov Kepri akan menggunakan anggaran secara tepat sasaran dan akuntabel. Apalagi belanja pemerintah menjadi komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi selain industri dan lainnya.

Gubernur menekankan agar DIPA 2015 ditindaklanjuti dan diimplementasikan dengan tepat waktu. Sebab, kata Gubernur Sani, Presiden Jokowi juga meminta para kepala daerah penerima DIPA 2015 agar menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk mendorong perekonomian nasional.

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kepri 2015 Rp5,1 Triliun
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kepri 2015 Rp5,1 Triliun

Presiden Jokowi dalam kesempatan itu menekankan agar para Gubernur untuk segera bekerja keras mencapai program prioritas. "Pergunakan uang rakyat ini sebesar-besarnya, bukan untuk pemerintah tapi memberikan manfaat dan kemakmuran terhadap rakyat," pesan Presiden.

Selain itu, Presiden juga menggarisbawahi agar penyerapan anggaran tidak lagi menumpuk jelang akhir tahun. Oleh karena itu, Presiden akan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait hal itu. 

"Jangan mengulang kesalahan sebelumnya, kegiatan menumpuk di akhir tahun. Saya akan keluarkan Inpres, proyek kegiatan maksimal bulan Maret. Lelang bisa langsung dilakukan, April itu sudah bisa dimulai semua," ungkapnya.

Untuk Kepri, penyerahan DIPA 2015 akan dilaksanakan pada Kamis (11/12) di Aula Kantor Gubernur di Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang. Instansi vertikal, para bupati dan walikota akan hadir pada penyerahan DIPA 2015 itu.

Usai penyerahan DIPA 2015, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Kepri, Sardison mengatakan akan melakukan evaluasi. Ada empat evaluasi yang akan dilakukan pada hari itu. Evaluasi pertama tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) oleh Wagub Kepri HM Soerya Respationo. Evaluasi kedua tentang APBD dan Dana Dekon di lingkup Provinsi Kepri oleh Sekda Robert Iwan Loriaux. Ketiga Evaluasi APBN 2014 untuk Kepri oleh Kakanwil Perbendaharaan Kepri, dan terakhir evaluasi Tugas Pembantuan dan DAK kabupaten kota oleh masing-masing bupati dan walikota.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Setya Novanto, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD RI Irman Gusman, serta jajaran menteri Kabinet Kerja.

Kali ini, DIPA yang diserahkan untuk kementerian negara/lembaga berjumlah 22.787 DIPA, dengan nilai Rp647,3 triliun. DIPA itu terdiri atas DIPA kewenangan Satuan Kerja Pemerintah Pusat untuk kantor pusat dan instansi vertikal di daerah berjumlah 18.688 DIPA dengan nilai Rp627,4 triliun. Kemudian, DIPA kewenangan satuan kerja pemerintah daerah terkait dengan dekonsentrasi tugas pembantuan dan urusan bersama berjumlah 4.139 DIPA dengan nilai Rp19,9 triliun.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kepri 2015 Rp5,1 Triliun"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA