Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

"Pak Presiden" Sindikat Lawas Trafficking masih Beroperasi

KepriNews-Kasus perdagangan manusia yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) kembali terungkap. Kali ini rencana pengiriman 53 WNI ke kawasan Timur Tengah terbongkar saat transit di Malaysia. Pelaku merupakan sindikat yang sudah beberapa kali tertangkap melakukan tindakan serupa.
ilustrasi



Atase Kepolisian di KBRI Kuala Lumpur Komisaris Besar Aby Nursetyanto mengatakan, penangkapan itu berasal dari laporan salah seorang TKI dalam rombongan yang curiga terkait prosedur pengiriman dari agen. Laporan tersebut menyatakan, ada 53 WNI di satu apartemen Mines Resort, kawasan Serdang, Kuala Lumpur, yang bakal diberangkatkan ke wilayah Timur Tengah.

’’Para korban tersebut dijanjikan berangkat menjadi TKI di Abu Dhabi. Namun, setelah kami komunikasikan, kemungkinan besar itu adalah TKI ilegal. Karena itu, kami langsung meneruskan kasus tersebut ke Polis Diraja Malaysia pada 21 November kemarin,’’ ungkap Aby (29/11).

Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan penggerebekan lokasi pada 22 November pukul 09.00. Menurut informasi, kepolisian Malaysia menangkap dua pelaku sindikat yang tengah bersiap memberangkatkan sepuluh korban ke negara seperti Syria dan Libya. Dua pelaku tersebut adalah warga negara Jordania berinisial IM dan perempuan berinisial L yang mengaku istri IM.

Karena alasan keselamatan, otoritas Indonesia tak bisa mendampingi operasi tersebut.

”Setelah dilakukan operasi, kepolisian Malaysia langsung melaporkan ke kami dan kami sudah memverifikasi memang ada 53 WNI yang kebanyakan berasal dari Jawa Barat dan sekitarnya. Mereka kebanyakan tidak tahu bakal dikirim ke daerah konflik,” tambahnya.

Terkait pelaku, dia menjelaskan bahwa mereka ada dalam yurisdiksi penyidik Malaysia. Mereka, termasuk WNI berinisial L, diperkirakan harus menjalani hukuman di Malaysia. Setelah itu, baru pihak kepolisian Indonesia bisa memerintahkan agar L dikembalikan ke Indonesia.

’’Rabu ini kami akan ke Jakarta untuk membuat laporan resmi kepada Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono mengatakan, ditengarai IM adalah otak sindikat perdagangan WNI ke wilayah-wilayah yang sudah mengalami moratorium atau penghentian sementara pengiriman TKI. Meski sudah beberapa kali ditangkap, IM bisa bebas dengan membayar denda. Pasalnya, dia tak didakwa dengan Undang-Undang Penyelundupan Manusia.

”Karena itu, kami minta Polri untuk segera menyelidiki jaringan di Indonesia. Pelaku ini kan punya istri yang banyak dan biasanya mereka yang merekrut WNI untuk diperdagangkan. Kalau bisa menemukan mereka dan memperjelas hubungan IM dengan kejahatan di Indonesia, IM bisa masuk DPO (daftar pencarian orang),’’ katanya.

Dia pun mengaku bakal sekuat tenaga menghukum IM seberat-beratnya. Sebab, pelaku tersebut tidak hanya menipu para WNI untuk diperdagangkan. Namun, dia telah membahayakan para WNI tersebut dengan mengirimkan mereka ke daerah konflik seperti Kota Damaskus, Syria.

’’Orang-orang di daerah ini kan masih polos dan tidak tahu apa-apa. Dia memanfaatkan ini untuk melukai mereka,’’ imbuhnya.

Terkait korban yang ada, pihaknya sudah memproses kepulangan mereka ke Indonesia. Pada pukul 11.25 waktu setempat, 14 WNI sudah diberangkatkan ke Indonesia dan diserahkan ke BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia). Mereka dikirim lebih dahulu karena alasan visa izin tinggal yang hampir habis.

’’Sisanya, 39 WNI, saat ini masih ada di Depo Imigrasi Malaysia. Mereka baru bisa kami pindahkan ke shelter TKI sehari sebelum keberangkatan. Rencananya kami berangkatkan mereka hari Rabu (3/12). Baru bisa hari itu karena seat pada weekend ini masih penuh,’’ jelasnya.

Isu tersebut juga diakui menjadi fokus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Jumat (28/11) Retno sempat menerima 36 TKI yang berhasil dipulangkan dari Syria. Pemulangan gelombang ke-241 tersebut masih menyisakan sekitar 1.178 WNI yang masih berlindung di shelter Indonesia di sana.

’’Dari 12.572 WNI di sana, sudah ada 11.394 yang kami pulangkan. Kami pun akan berusaha untuk secapatnya memulangkan semua WNI yang ada di sana. Ini menegaskan keberpihakan kami terhadap WNI di luar negeri,’’ tuturnya.

Dia pun meminta kesadaran dari seluruh pihak terkait dengan TKI di Indonesia. Menurut dia, keputusan moratorium TKI di beberapa negara merupakan langkah melindungi TKI. Karena itu, pencegahan pengiriman TKI ilegal ke negara konflik sudah seharusnya menjadi fokus semua stakeholder.
”Kami dengan BNP2TKI dan Menaker akan melakukan kerja sama yang lebih erat sehingga kasus ini bisa dikurangi. Ini adalah tugas kita semua untuk melindungi TKI yang berjuang di luar negeri,” ujarnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to ""Pak Presiden" Sindikat Lawas Trafficking masih Beroperasi"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA