Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Hati -Hati, Kebanyakan Parasetamol Bisa Sebabkan Gagal Hati pada Anak

KepriNews-Banyak orang tua seringkali memberikan parasetamol kepada anak-anak mereka yang sedang sakit. Namun ternyata overdosis parasetamol adalah penyebab utama penyakit gagal hati pada anak-anak.

Jika Anda memiliki anak-anak kecil, kemungkinan besar Anda menyimpan parasetamol di kotak obat Anda dan menggunakannya untuk mengobati berbagai penyakit yang mereka derita. Nyatanya, ada beberapa orang tua yang tak akan menggunakan obat umum ini untuk menurunkan demam anak atau meringankan ketidaknyamanan nyeri pada gigi tumbuh, pilek dan flu, atau sakit telinga.

Sementara parasetamol adalah obat yang sangat aman bila diberikan dengan benar. Namun jika anak-anak diberi terlalu banyak, obat ini bisa berbahaya dan bisa saja menyebabkan kematian.

Sebuah studi baru menemukan, parasetamol menjadi penyebab utama gagal hati pada anak-anak di Australia dan Selandia Baru. Para peneliti mengidentifikasi 54 kasus gagal hati di dua rumah sakit anak antara tahun 2002 hingga 2012, 14 dari kasus ini berkaitan dengan overdosis parasetamol, dan 12 di antaranya menimpa anak-anak di bawah usia lima tahun.

Sementara jumlah kasus anak yang mengalami kerusakan hati masih rendah, para peneliti medesak adanya penelaahan terhadap praktik keselamatan dalam penggunaan parasetamol.

Professor Madlen Gazarian, seorang konsultan di Klinik Farmakologi dan Terapetik Klinis Pediatri dan Professor Kehormatan di Universitas NSW, secara ekstensif telah meneliti penggunaan obat-obatan yang aman dan tepat bagi anak-anak, termasuk penggunaan parasetamol.

Ia mengatakan, resiko bahaya yang bisa disebabkan parasetamol biasanya berasal dari overdosis tunggal dan beberapa dosis yang terlalu tinggi.

"Hal pertama yang orang tua dan wali anak perlu tahu adalah, apakah dan kapan saat yang tepat untuk menggunakan parasetamol, termasuk kapan mereka harus mencari nasihat medis untuk anak yang sakit," ujarnya.

Dalam pandangannya, orang perlu memahami bahwa tak selalu perlu untuk memberikan parasetamol kepada anak-anak ketika mereka mengalami demam, yang sering disebabkan oleh virus umum.

Awas, Kebanyakan Parasetamol Bisa Sebabkan Gagal Hati pada Anak
Ilustrasi tablet Parastemol
Selain itu, ia juga mengatakan, orang tua dan wali anak juga perlu tahu bagaimana menggunakan parasetamol secara aman - termasuk memastikan dosis, formulasi dan jumlah yang diberikan tepat, berapa lama waktu penggunaannya dan bagaimana memastikan penyimpanannya agar aman.

Profesor Madlen mengatakan, mengobati demam bukanlah tentang menurunkan angka pada termometer. "Tujuan dari pengobatan demam adalah untuk memperbaiki kenyamanan anak, ketimbang hanya mencoba untuk membuat suhu turun ke normal," sebutnya

Ia menguraikan, "Kebanyakan anak mentolerir demam ringan (sampai 38,5 ° C) dengan baik dan biasanya tidak perlu obat apapun untuk mengobatinya. Beberapa anak dengan penyakit virus mungkin memiliki suhu 39 ° C dan masih sangat aktif. Mereka tidak perlu apa-apa untuk diberikan kepada mereka."

Gazarian merekomendasikan parasetamol untuk anak-anak yang mengalami demam lebih dari 38,5 ° C (diukur melalui ketiak) dan jika mereka tidak nyaman, seperti ketika mereka mengeluhkan sakit kepala atau badannya terasa tak enak.(sumber ABC)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hati -Hati, Kebanyakan Parasetamol Bisa Sebabkan Gagal Hati pada Anak"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA