Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

​Pengamat: Koalisi Merah Putih Masih Bisa Digoyang

Kepri News,Jakarta-Peta pertarungan politik di Dewan Perwakilan rakyat (DPR) periode 2014-2019 masih dikuasai oleh partai politik (parpol) Koalisi Merah Putih (KMP). Namun, Heri Budianto melihat ada dua momentum yang bisa dimanfaatkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk 'menggoyang' barisan KMP.
​Pengamat: Koalisi Merah Putih Masih Bisa Digoyang
​Pengamat: Koalisi Merah Putih Masih Bisa Digoyang
                               

Pengamat politik dari Universitas Mercubuana ini membeberkan kedua momentum penting tersebut. Pertama ialah momen pemilihan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan pada saat Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menyusun kabinet di pemerintahan.

"Blok politik di DPR itu sifatnya tidak permanen dan masih bisa digoyang. Momentum pemilihan pimpinan MPR dan penyususunan kabinet adalah kunci untuk menarik parpol Koalisi Merah Putih masuk gerbong Jokowi-JK," kata Heri di Bincang Pagi Metro TV, Jumat (3/10/2014).

Menurutnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah memberi sinyal untuk beralih haluan politik. Kuncinya sekarang adalah bagaimana manuver komunikasi politik PDIP untuk meyakinkan kedua partai tersebut masuk gerbong Koalisi Indonesia Hebat.

"PPP belum dapat kursi di pimpinan DPR, jadi celah itu politik itu harus dimanfaatkan betul oleh PDIP. Masih ada waktu untuk mancari titik temu antara PPP dan PAN dengan PDIP. Sekarang kuncinya bagaimana PDIP melakukan pendekatan politik yang lebih intens kepada kedua partai tersebut," ungkap Heri.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "​Pengamat: Koalisi Merah Putih Masih Bisa Digoyang"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA