Kunjungi RSUD Pelayanan kesehatan Menjadi Prioritas Wabub Lingga

Keprinews.com , Lingga - Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy menekankan pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dan berpesan kepada petugas untuk lebih berhati-hati dan mengedepankan tata krama serta menjaga kenyamanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang telah ada agar dapat di optimalkan bagi kesehatan masyarakat.

Foto : Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Paweloy saat berkunjung ke RSUD
(Dok: Ist Prokopim)

"Semalam kami ke RSUD, kita temukan masih banyak fasilitas yang tidak terurus seperti pendingin AC (air conditioner) yang kurang dingin serta kipas angin yang berdebu, hal-hal yang kecil ini bisa menjadi masalah besar yang membuat citra kita kurang baik di masyarakat," ujarnya , Selasa (07/06/2022).

Wakil Bupati Lingga juga menyoroti kejadian yang terjadi beberapa pekan terakhir, dimana terjadinya miss komunikasi antara petugas dengan pasien yang berujung pada pemberitaan media yang negatif terhadap pelayanan di Rumah Sakit Dabo Singkep.

"Ini seharusnya tidak boleh terulang kembali, ini sangat sering kita dengar padahal petugas merupakan lulusan yang kompeten di bidangnya," ujarnya.

Selain itu dirinya juga menyampaikan agar OPD di bidang kesehatan, dan rumah sakit dapat berkolaborasi melakukan pembenahan yang maksimal di tempat-tempat pelayanan kesehatan dan melakukan pendataan aset-aset yang dimiliki dan yang belum dipenuhi tahun ini agar dapat dianggarkan pada tahun depan atau pada APBD perubahan.

"Pelayanan kesehatan ini sudah menjadi prioritas kita dari awal, kalau sampai ini kacau berarti perlu ada evaluasi di OPD dan Rumah Sakit serta fasilitas kesehatan lainnya," ujarnya.



Sumber: Prokopim



Awalludin

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA