Tiga Hari Lakukan Pencarian Nelayan yang Hilang di Temukan Mengapung

Keprinews.com , Lingga - Tim gabungan Dari unit Siaga SAR  ,TNI Lanal Dabo singkep  , Satpolair Polres Lingga  dan di bantu Masyarakat  Berhasil Menemukan Nelayan yang Hilang Saat menjaring udang  di laut Badas Desa mepar kecamatan Lingga pada hari ke tiga , Senin (10/08/2020)


Nelayan Tersebut di temukan Tim gabungan dalam Keadaan  mengapung Sudah meninggal dunia  Di lokasi tidak jauh dari  pompong- milik An. Nasron (40) Warga Desa mepar yang Sempat di beritakan  Terjatuh  Saat menjaring Udang Di  perairan Mepar Pulau badas.


Komandan Pos AL penuba Peltu Agus .S , melalui Kopda Taufik . H  Posbinpotmar Mepar Menjelaskan  Pada 0600 Wib Basarnas Kab. Lingga bersama Posal Penuba - Posbinpotmar Mepar menyisir lokasi dari hasil rapat Desa Mepar 3 titik lokasi diantaranya Pulau Penarik , Pulau Kelombok dan Pulau Menggalang" 

Kami Dari Tim gabungan TW. 0810.0645 Wib bergerak ke titik pertama pulau Penarik tidak mendapatkan tanda - tanda daerah perairan penarik.

TW.0810.0710 Wib Dilanjutkan pencarian korban di titik kedua pulau menggalang penemuan tidak mendapatkan hasil yang menonjol.

"Lalu Dilanjutkan penyisiran di titik terakhir Pulau Kelombok melihat seperti benda terapung di titik kordinat 0°16. 69 S - 104°36.074 E Akhirnya Kami menemukan Korban Dalam kondisi mengambang di permukaan , lanjut langsung Di lakukan  evakuasi  dengan peralatan Basarnas" Terangnya melalui Pesan WhatsApp


Lalu Kami lansung menuju  pelabuhan Desa Mepar untuk di evakuasi  ke rumah keluarga korban  dibantu oleh warga mepar.
Untuk dilakukan  serahterima korban tenggelam An. Nasrun ke keluarga yang bersangkutan An. Suparwan ( adik ipar dari alm )" Jelas Kopda Taufik H

(Awalludin)

Sumber foto :  Kopda Taufik

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA