Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Pegawai BP Batam Sedih Melepas Lukita Beserta Mantan Deputi

Lukita saat acara perpisahan dengan pegawai BpBatam
Keprinews. com,Batam - Mantan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, menggelar kegiatan perpisahan bersama mantan Deputi dengan para pegawai BP Batam, Selasa (8/1/2019) di Gedung Balairung Sari BP Batam. 


Lukita Dinarsyah Tuwo, mengatakan bahwa dirinya sangat lega namun juga merasa kehilangan para rekan-rekan kerjanya di BP Batam karena harus berpisah. Karena selama satu tahun lebih dia menjabat Kepala Bp batam bersama para mantan Deputi maupun pegawai BP Batam dan sudah merealisasikan capaian kinerja, yang di anggap sesuai dengan target. 

Nampak dalam acara perpisahan dengan pegawai Bp batam  terlihat matanya yang berkaca-kaca menyiratkan rasa kehilangan mendalam, akan tetapi kesedihan tersebut ia tutupi serta tetap tegar di hadapan pegawai BP Batam sambil berpesan supaya pegawai BP Batam selalu bersemangat dan terus berkontribusi untuk mencapai taget di bawah kepemimpinan BP Batam yang baru saat ini.Begitu juga dengan para pegawai BP Batam, nampak terlihat sedih berpisah dengan Lukita Dinarsyah Tuwo, beserta mantan Deputi.

"Pencapaian tahun 2018 yang lalu  bisa menjadi modal untuk meraih yang lebih baik pada tahun 2019, pergantian pimpinan adalah hal yang biasa, tapi kita ingin Batam makin maju, "ucap Lukita Dinarsyah Tuwo. 


Ia juga berpesan untuk pimpinan BP Batam yang baru nanti, agar dana APBN bisa dimaksimalkan dengan baik untuk pembangunan infrastruktur di Batam.(red/jd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pegawai BP Batam Sedih Melepas Lukita Beserta Mantan Deputi "

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA