Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Reskrim Polres Morotai Gagalkan Perdagangan Satwa Langka

Keprinews.com,Morotai-Dalam operasi Sat Reskrim Morotai yang langsung dipimpim Ipda Ryan Tiantoro Putra, S.Tr.K Kanit 1 Reskrim Polres Pulau Morotai dengan KSDA Malut dan LSM WCS,terkait adanya perdangangan satwa langka yang terjadi di wilayah hukum Polres Pulau Morotai
 sabtu 29/9/2018.
Satwa yang dilindungi yang ditangkap Reskrim polres morotai

Adapun yang diamankan  di antaranya 5 ekor kakatua putih, 25 nuri bayan, 8 ekor burung nuri kalung ungu,44 ekor kasturi ternate yang di sita dari sdr.win salah satu jaringan perdagangan satwa yang dilindungi berada di desa wawama kec morotai selatan,terang kanit 1 reskrim polres morotai.


Menurutnya (win.red) satwa yang dilindunggi ini akan di perdagangkan ke pulau jawa dengan harga persatu ekor burung mencapai 5 juta dengan menumpang kapal barang tol laut. Dan disinyalir sudah ada penggiriman satwa pada jumat 28/9/2018 malam.

Sesuai dengan uu no 5 tahun 1999 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya,dan di humbau kepada seluruh masyarakat morotai supaya tidak lagi menangkap satwa yang dilindunggi ada  hukumnya,dan rencananya hari ini minggu 30/9/2019 akan diserahkan ke pihak KSDA Malut dan LSM WCS untuk dibawah ke ternate guna akan di rehebilitasi hewan dengan menumpang kapal ferry. Terang Ryan Tiantoro Putra, S.Tr.K (oje)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Reskrim Polres Morotai Gagalkan Perdagangan Satwa Langka"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA