Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

600 PERSONEL GABUNGAN TNI/POLRI BERSIKAN PANTAI MENUJU KOTA TANJUNGPINANG BEBAS SAMPAH.

Tanjungpinang,Keprinews.com--- Lebih dari 600 warga Kota Tanjungpinang sejak pagi hari berduyun-duyun memadati Anjung Cahaya, Teluk Keriting hingga ke Plantar dua Tanjungpinang dalam rangka gotong royong membersikan sampah dan kampaye mengajak masyarakat Kota Tanjungpinang membersihkan pantai dan tidak membuang sampah kelaut dan sungai.(Selasa 22/8 2017).

Ajakan sekaligus kampanye dan penyadaran masyarakat tersebut di prakarsai oleh gabungan TNI AL Lantamal IV, AD Korem 033/WP, AU Lanud RHF dan Kepolisian Polres Tanjungpinang, Instansi Pemda Kota Tanjungpinang, Jalasenastri Korcab IV DJAB, Mahasiswa, KSOP,Bea Cukai,Pelindo,Pramuka dan masyarakat yang bermukim di pesisir pantai Kota Tanjungpinang.

Penyelenggara yang diinisiasi Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Lantamal IV Tanjungpinang ini mengusung tema “Lantamal IV Mengajak Masyarakat Tidak Membuang Sampah Plastik di Sungai dan Laut”. Hal ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Tanjungpinang.

Dari pantauan dilapangan tumpukan sampah yang menggunung didominasi sampah plastik diangkut puluhan mobil truk dari Dinas Kebersihan Kota Tanjungpinang dan mobil truk TNI/Polri berjejer menampung sampah dari laut dan selanjutnya dibawah ketempat pembuangan akhir sampah.

Sementara itu dari laut puluhan perahu karet dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV dan speed boat Satkamla Lantamal IV bergerak dari laut memungut sampah plastik yang berserahkan dilaut.

Menurut Danlantamal IV Laksma TNI R.Eko Suyatno yang diwakili Wadan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Dwika Tjahya Setiawan,S.H mengatakan, bahwa upaya yang digagas TNI Polri ini merupakan bagian dari kampaye anti sampah dan menginginkan laut dan sungai di Kota Tanjungpinang bebas dari sampah, hal ini membutuhkan peran dan kesadaran  masyarakat yang bermukim disepanjang garis pantai untuk tidak membuang sampah kelaut dan sungai.

Seperti halnya salahsatu spot dikota Tanjungpinang khususnya disekitar Pasar Plantardua permasalahan sampah yang dibuang kelaut dari dulu sampai sekarang tidak pernah selesai, ini mengindikasikan masih kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri, berbagai upaya terobosan dilakukan oleh Pemko Kota Tanjungpinang untuk mengatasi sampah plastik yang berserahkan dilaut harus kita dukung bersama agar tidak mencemari laut Kota Tanjungpinang.

Selain itu himbauan Wadan Lantamal IV didepan mata kita ada pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura merupakan pintu gerbang masuknya wisatawan dari Negara tetangga dan dari daerah-daerah lain di Indonesia masuk kewilayah Kota Tanjungpinang, kita ciptakan kesan yang baik terutama laut harus bebas sampah.

Untuk itu Wadan Lantamal IV mengajak agar mulai sekarang warga Kota Tanjungpinang bersatu padu dan berkomitmen perang terhadap sampah, mari kita bekerjasama, jangan saling menyalahkan tetapi disini merlukan kesadaran dan aksinyata dari masyarakat itu sendiri, khususnya yang bermukim disepanjang garis pantai agar tidak membuang sampah kelaut dan sungai mulai sekarang.

Kerja bhakti membersihkan pantai dari sampah dihadiri Sekda Kota Tanjungpinang,Wadan Lantamal IV,Kasiop Korem 033/WP,Wakapolres Tanjungpinang,Kadisops Lanud RHF,Camat Tanjungpinang barat,Ketua Korcab IV DJAB dan Unsur Pemda Kota Tanjungpinang.(Dispen Lantamal IV)/Red
     

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "600 PERSONEL GABUNGAN TNI/POLRI BERSIKAN PANTAI MENUJU KOTA TANJUNGPINANG BEBAS SAMPAH."

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA