Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Pelangsir SPBU Masih Beroperasi dan Makin Banyak

 Pelangsir SPBU Masih Beroperasi dan Makin Banyak
[KEPRI NEWS]-BATAM;Sudah sering dilakukan razia dbeberapa SPBU,tetapi pencoleng BBM makin marak dan mereka malah tidak takut lagi untuk dirazia dan malah makin banyak pelangsir sekarang ini Kinerja penegak hukum kurang tegas sehingga para mafia pelangsir solar leluasa menguras BBM solar subsidi diseluruh SPBU yang ada di kota batam ini .

Bila kita lihat hampir semua SPBU yang ada dikota batam ,setiap datang solar subsidi hanya kurang lebih 1 jam sudah habis dikuras mafia solar. Seharusnya penegak hukum tidak main main untuk menindak tegas dengan para mafia biar semua para pencoleng solar jera.

Kondisi kota batam saat ini makin marak mafia BBM solar subsidi dengan modus mengisi BBM solar subsidi dan menjualnya kepada penampung BBM solar industry , sesuai penelusuran wartawan media ini dilapangan setiap SPBU yang menjual BBM solar subsidi hampir semua mobil pelangsir solar mengantri, namun pihak dari menejemen SPBU tidak bisa berbuat banyak diduga para pelangsir solar dan mafia solar sudah memberikan jatah atau imbalan kepada menejemen SPBU ,sehingga para pelangsir solar leluasa menguras BBM SOLAR SUBSIDI .

Menurut salah satu karyawan SPBU yang ada di b aji mengatakan kepada wartawan media ini kami tidak bisa melarang para mafia solar subsidi untuk tidak mengisi BBM subsidi . kalau memang kalian berani menangkapnya silahkan ‘ujarnya .

Semakin bebasnya para pelangsir solar di kota batam ini semakin banyak orang yang tergiur dengan pekerjaan yang banyak menghasilkan keuntungan tidak memikirkan nasib para supir angkot yang rela susah payah mendapatkan BBM SUBSIDI,sehingga mereka harus mengantri setiap datang BBM SOLAR.

Para mafia dan pelangsir BBM subsidi sudah menikmati keuntungan yang lebih besar, mereka hanya membeli dengan harga 5500/liter tetapi para pelangsir BBM solar subsidi menjual kepada agen lebih kurang dari 7200/liter sehingga mereka beranggapan mencari uang itu sangat gampang dan mudah ,hanya memiliki satu mobil saja sudah bisa mencari keuntungan dengan mudah dan tidak perlu harus mengeluarkan keringat. 

Ketika wartawan media ini mengkomfirmasikan kepada pihak yang berwewenang tidak pernah bisa untuk di hubungi,dan tidak dapat jawaban apakah selamanya hal ini kita biarkan.

Bila pihak kepolisian segera menertipkan hal ini para pelangsir dan mafia BBM solar tidak leluasa seperti sekarang ini,apakah pihak dari kepolisian hanya tutup mata dengan kasus kuras BBM subsidi ini dan tidak perlu untuk menindak dengan tegas .

Dari salah satu warga yang tinggal di Batu aji mengatakan kepada wartawan media ini setiap saya mengisi BBM di SPBU depan perumahan muka kuning paradise selalu mengundang kemacetan ,karena para pelangsir BBM solar subsidi menganrti sampai ke simpang lampu merah tobing dan para pelangsir tidak segan segan bolak balik kesemua SPBU yang ada di kota batam ini bila pasokan BBM solar subsidi datang di SPBU.

Sehingga berita ini di turunkan pihak dari kepolisian tidak bisa memberikan klarifikasi terkait pelangsir dan mafia BBM solar subsidi yang marak di propinsi kepri khususnya dikota batam, apalagi pimpinan dari TNI dan Pimpinan polisi militer yang diduga anggota dari oknum TNI dan polisi terlibat mafia BBM subsidi tersebut.hs/op 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Pelangsir SPBU Masih Beroperasi dan Makin Banyak"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA