Pemko Batam Raih Peringkat Pertama Capaian MCP Wilayah Kepri Tahun 2023

Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Capaian MCP 2023 oleh Kasatgas I.2 Pengampu Wilayah Kepri KPK RI Tahun 2024, Uding Juharudin secara virtual (ist) 

KepriNews
, Batam--Pemerintah Kota (Pemko) Batam menduduki Peringkat Pertama Capaian Monitoring Center For Prevention (MCP) se-Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2023, dengan nilai 93,38.


Hal tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Capaian MCP 2023 oleh Kasatgas I.2 Pengampu Wilayah Kepri KPK RI Tahun 2024, Uding Juharudin secara virtual, pada Senin (12/2/2024).


Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. menyampaikan bahwa capaian ini tidak lepas dari kerja sama, kolaborasi dan kerja kolektif dari seluruh OPD dilingkungan Pemko Batam, dalam melakukan proses perencanaan dan penganggaran APBD di Kota Batam, serta memahami kaidah dan prosedur yang berlaku.


"Atas nama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saya mengapresiasi kerja keras kita sehingga tercapaiannya nilai yang tinggi untuk delapan Area Intervensi Pencegahan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Daerah ini, semoga dapat lebih baik kedepan," ucap Jefridin usai Rakor melalui zoom meeting dari Kantor Walikota Batam.


Adapun capaian APBD Pemko Batam sebesar 100.00, Pengadaan Barang dan Jasa 87.31, Perizinan 87.00, Aparat pengawasan Intern Pemerintah (APIP) 97.76, Manajemen ASN 87.66, Optimalisasi Pajak Daerah 91.71 dan Barang Milik Daerah 93.38.


MCP sendiri Ialah aplikasi yang dikembangkan oleh KPK untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola Pemerintah Daerah setiap tahun. 


Rakor juga disejalankan dengan perkenalan Satgas Pengampu Wilayah Provinsi Kepri Tahun 2024. Jefridin menyampaikan komitmen dan dukungannya pada Satgas Pengampu Wilayah baru dari KPK RI untuk Tahun 2024, yang dipimpin oleh Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI, Edi Suryanto.  


"Untuk alat ukur tahun 2024 ini dari kedelapan area tersebut, akan berfokus pada tiga nilai yaitu, MCP, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK). Ini kewajiban kita untuk meningkatkan nilai ini, sebagai upaya mencegah tindak pidana korupsi," ujarnya.


Dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi, MCP tahun 2024 akan difokuskan pada tiga isu penilaian yaitu, proses pengadaan barang dan jasa, penyaluran hibah dan bansos, serta optimasisasi peran APIP. 


"Maka dari itu, Pemko Batam berkomitmen tahun 2024 mendatang untuk pengadaan barang dan jasa, hibah dan bansos serta optimalisasi peran APIP Kota Batam dapat dipertahankan bahkan lebih baik lagi," tegas Jefridin.


Hadir mendampingi Jefridin, Inspektur Daerah Kota Batam, Kepala BKPSDM Kota Batam, Kepala Bapenda Kota Batam dan Kepala BPKAD Kota Batam.() 

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA