Terjadinya Abrasi Warga Desa Batu Berdaun Minta Perhatian Pemkab Lingga

Keprinews.com, Lingga– Akibat dari pasangnya air laut sudah terjadi abrasi kurang lebih ratusan meter di wilayah RT 01/RW 05, Dusun 2 kampung boyan Desa Batu berdaun Kecamatan Singkep, sehingga robohnya tembok penahan gelombang di pinggiran pantai tersebut, Selasa (16/05/2023).

Foto : Bhabinkamtibmas Batu Berdaun, Bripka.Sutopo beserta RT RW dan warga saat berada di lokasi terjadinya abrasi. (Dok: Ist)

Bhabinkamtibmas Batu berdaun," Bripka.Sutopo beserta RT RW dan warga setempat turun ke lokasi terjadinya abrasi untuk meninjau langsung ke tempat fasilitas umum pembangunan jalan semenisasi dan lapangan bola Volli terus ke pemukiman warga yang berada di sekitar bibir pantai tersebut. 

"Menurut pantauan Bripka Sutopo dengan terjadinya angin kencang gelombang pasang Air laut terjadlah abrasi, mengakibatkan ada beberapa fasilitas umum yang roboh salah satunya yaitu pembangunan jalan semenisasi dan lapangan bola Volly.

Apabila tidak ada penanganan lanjut pengedaman akan mengancam kerusakan Rumah Warga kurang lebih 19 Rumah akibat dari Gelombang pasang dan angin kencang

Sutopo sangat menghawatirkan jika terjadi susulan Angin kencang gelombang pasangn Air laut ini bisa mengakibatkan longsor lagi hingga bisa merusak pemukiman warga yang tidak begitu jauh dari bibir pantai, jelasnya.

Dengan kejadian tersebut warga setempat menitipkan sebuah pesan, kepada pemerintah agar segera mungkin, untuk mengambil kebijakan supaya tidak berakibat yang lebih fatal lagi terhadap rumah warga yang berada disekitar pantai tersebut, apabila datangnya air pasang disertai ombak yang kencang.

Salah satu warga kampung boyan Desa Batu berdaun, saat kami temui dilapangan. Yunus, mengatakan” kami sebagai warga yang tinggal diseputaran bibir pantai ini sudah berusaha dengan cara yang kami bisa lakukan, seperti memancangkan kayu-kayu diseputaran bibir pantai, dan dilapisi daun sagu yang kami dapatkan dari seputaran bibir pantai, namun kami tidak bisa menjamin kekuatan dari apa yang sudah kami buatkan itu, sementara tembok penahan ombak yang terbuat dari material yang kuat saja lagikan roboh seperti yang kita liat saat ini,” imbuhnya.

“Jadi harapan kami kepada pemkab lingga untuk segera mengambil tindakan sebelum terjadinya hal yang lebih patal lagi, dan begitu juga dengan kami sebagai warga yang tinggal diseputaran sini tidak merasa was-was ketika air laut pasang apa lagi diwaktu malam nantinya,” ucap Yunus.

Hasil pantauan kami dari media ini dilapangan, memang sangat perlu kehadiran pemerintah terkait persolan abrasi yang ada di RT 01,RW 05, kampung boyan ,Dusun 2, Desa Batu Berdaun Kecamatan Singkep, yang saat ini sangat butuh tindakan pemerintah, mengingat apabila terjadinya air pasang disertai ombak kencang, maka tidak menutupi kemungkin akan ada rumah warga yang berada diseputaran bibir pantai ambruk yang mengancam keselamatan nyawa, dikarenakan tembok penahan ombak yang ada disekitar pantai sudah ambruk.




Awalludin.

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA