Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Panglima TNI Buka Upacara Latsitarda Nusantara Ke-39 Tahun 2019

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P bersama Kapolri dalam  Upacara Pembukaan Latsitarda Nusantara ke 39 Tahun 2019
Keprinews.com,Jawa Timur-Latsitarda akan memupuk dan memantapkan kemanunggalan TNI dan Polri dengan masyarakat serta menumbuh kembangkan jiwa perjuangan, cinta tanah air dan semangat integrasi para Taruna/Taruni, Praja dan Mahasiswa.

"Latihan terintegrasi ini diharapkan dapat memberikan pembekalan kepada para Taruna/Taruni ketiga Akademi Angkatan, Akpol, Praja IPDN dan Mahasiwa sebagai kaderpemimpin masa depan", Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dalam sambutan Upacara Pembukaan Latsitarda Nusantara ke 39 Tahun 2019 yang diikuti 855 peserta bertempat di Lapangan Grahadi kantor Gubernur Jawa Timur , Senin (1/4/2019).


Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M Tito Karnavian. Ph.D., Gubernur jatim..., Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum Bhayangkari Ibu Tri Tito Karnavian, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M. Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Hetty Andika Perkasa, Ketum Jalasenastri Ibu Manik Siwi Sukma Adji, Ketum PIA Ardhya Garini Ibu Ayu Yuyu Sutisna, Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Waaster Panglima TNI Brigadir Jenderal TNI (Mar) Purnomo, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, S.T.,M.A.P., Dankorbrimob Polri Irjen Pol Ilham Salahudin, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal, S.Ik, M.H. Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto.

"Selanjutnya Panglima TNI menyampaikan Latsitardanus merupakan realisasi dari Kurikulum Pendidikan Integratif Taruna/Taruni Akmil, AAL, AAU dan Akpol tingkat akhir sebelum menyelesaikan tugas pendidikan, dan selanjutnya dilantik menjadi Perwira TNI dan Polri oleh Presiden Republik Indonesia. 

Panglima bersama Kapolri dalam upacara Latsitarda Nusantara ke 39 Tahun 2019
"Pada tahun 2019 ini, Latsitarda Nusantara XXXIX dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur yang tersebar di Kabupaten Jember, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Pamekasan", ungkapnya.

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan tujuan lain dari Latsitardanus untuk membantu Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Namun yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan kemampuan akademik dan menambah wawasan para Taruna Akademi Angkatan, Akpol, Praja IPDN dan Mahasiswa dalam menyongsong tugas-tugas ke depan yang tentunya semakin penuh tantangan", tuturnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada selurih peserta Latsitarda bahwa rekan-rekan yang ada di kanan kiri peserta nantinya akan menjadi rekan kerja dalam berkarya bagi masyarakat. "Oleh karena itu jalinlah sinergi dan kekompakan serta pupuklah semangat persatuan karena itulah yang dibutuhkan dalam pembangunan bangsa dan negara ini", pungkasnya.

Sementara itu dihadapan awak media Panglima TNI meyakinkan situasi nasional dalam rangka Pemilu 2019, aman terkendali. "Masyarakat tidak usah takut untuk datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019, karena TNI-Polri menjamin keamanan mulai dari rumah sampai dengan ke TPS. Mudah-mudahan cuaca juga bagus sehingga seluruh masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya berbondong-bondong menuju ke TPS yang sudah ditentukan" pungkasnya.


(rilis)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Panglima TNI Buka Upacara Latsitarda Nusantara Ke-39 Tahun 2019"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA