Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

UPAYA ANTAR INSTANSI DALAM PENANGGULAN KEBAKARAN HUTAN DI KOTA BATAM

Keprinews.com
Beberapa instansi di Kota Batam lakukan koordinasi dalam penanggulan kebakaran hutan di Tanjung Riau dan titik kebakaran lainnya yang ada di Kota Batam. (Foto: Nila)
Keprinews.com. Batam –  Terkait kebakaran hutan yang melanda sejumlah titik di Kota Batam, beberapa minggu terakhir, Koramil Tanjung Riau, Kapten Inf R. Sitinjak mengajak masyarakat Batam, khususnya yang tinggal di Kecamatan Sekupang agar menjaga hutan, dengan tidak membakar hutan maupun membuang puntung rokok sembarangan.
Himbauan tersebut disampaikan pasca kebakaran yang melanda hutan lindung Tanjung Riau seluas 30 hektare. Sebelumnya, beberapa titik juga telah terbakar di hutan lindung yang berdekatan dengan Sei Ladi, Baloi, Kecamatan Lubuk Baja, Rempang Gate, Tanjung Piayu, dan Bengkong. Melihat kondisi tersebut, R. Sitinjak meminta kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu kebakaran.
Menurutnya kebakaran hutan di Batam adalah masalah yang harus diatasi secara bersama-sama. “Tidak hanya tugas Daops Batam, tetapi tanggung jawab semua pihak. Perlu kesadaran masyarakat,” kata R. Sitinjak. Selain kabut asap, dampak lain dari pembakaran kata R. Sitinjak, akan mengganggu kesehatan masyarakat sendiri, seperti sesak napas akibat udara yang tercemar.
Ia mengatakan, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2015, kata R. Sitinjak, TNI memiliki peran aktif dalam penanggulangan kebakaran hutan di Indonesia. Hal itu pula yang dilakukan jajarannya di satuan teritorialnya pasca kebakaran hutan di Tanjung Riau yakni bekerja sama dengan Daops Batam melakukan pemadaman kebakaran.
Menanggapi kebakaran di beberapa titik selama satu minggu terakhir, Kepala Daops Batam, Ihsan Abdillah mengatakan, jika kebakaran terus terjadi di bantaran sungai, debit air yang menjadi tumpuan warga Kota Batam akan terganggu. Oleh karena itu, untuk mengatasi kebakaran hutan, Daops Batam meningkatkan koordinasi dengan semua pihak dalam upaya menjaga hutan dari kebakaran. “Kita melakukan koordinasi dengan Pemko Batam, BP Batam, penegak hukum, dan semua stakeholder, untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan,” kata Ihsan Abdillah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam, Azman mengatakan selama satu bulan terakhir Damkar Batam siaga menghadapi kebakaran hutan, melalui koordinasi dengan Manggala Agni Daops Batam. Meskipun kebakaran hutan adalah tugas pokok kementerian lingkungan hidup, Damkar turut menyuplai air untuk pemadaman kebakaran hutan.
“Kita bekerjasama dengan Manggala Agni. Secara operasional kita bekerjasama di lapangan. Kalau kebakaran hutan itu komandonya Manggala Agni. Prinsipnya kita tetap bekerjasama sesuai tupoksi masing-masing. Kita jalin koordinasi,” kata Azman.
Azman tidak menampik cuaca panas selama satu bulan terakhir. Ia mengingatkan hingga bulan Maret adalah musim utara, di mana kecepatan angin cukup kencang dan berdampak kepada kekeringan. Jika tidak didukung kesadaran masyarakat, kata Azman hal itu menjadi pemicu kebakaran, seperti membakar sampah, membuang puntung rokok di sembarang tempat. “Jadi kita menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama mencegah. Untuk tidak menggunakan api yang menjadi sumber kebakaran, baik di lingkungan tempat tinggal kita, maupun di semak belukar di seputaran pekarangan rumah,” kata Azman. (Nila)

Editor:Hen

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "UPAYA ANTAR INSTANSI DALAM PENANGGULAN KEBAKARAN HUTAN DI KOTA BATAM"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA