Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Bupati Natuna Berkunjung Dengan Danyon Komposit I Gardapati

Keprinews.com,Natuna- Bupati Natuna H. Abdul Hamid Rizal, berkunjung dan silahturahmi dengan Komandan Batalyon (Danyon) Komposit I Gardapati Natuna, Letkol (Inf) Ahmad Daud Harahap di gedung serbaguna Yon Komposit I Garpati Natuna, di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur,Kamis (13/09/2018
Bupati Natuna dan rombongan disambut Batalyon  Komposit I Gardapati Natuna 

"Dalam pertemuan ini Turut juga mendampingi Sekda Natuna Wan Siswandi, Kaban BP3D Mustafa, Kadis PUPR Tasrif Amran, Kadis Perindagkop Helmi Wahyuda, Kabag Umum dan Perlengkapan Suhardi dan sejumlah OPD lainnya.
Bupati Natuna dan rombongan dan Komandan Batalyon (Danyon) Komposit I Gardapati Natuna, Letkol (Inf) Ahmad Daud Harahap

Dalam sambutannya Hamid Rizal menyampaikan, bahwa tujuannya berkunjung ke Batalyon yang diresmikan pada 6 Agustus 2018 itu, dalam rangka silahturahmi dan sekaligus memberikan pembekalan terhadap 539 prajurit, yang bertugas diwilayah perbatasan NKRI.
Para prajurit Batalyon komposit Garda pati natuna

Hamid berpesan, agar seluruh prajurit yang bertugas di Natuna, dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang ada di Bumi Sakti Rantau Bertuah ini.

"Saya berharap dengan kehadiran adik-adik sekalian (para prajurit, red) suasana Natuna semakin tenang dan tentram. Sehingga masyarakat semakin nyaman dan merasa aman. Semoga apa yang kita inginkan bisa terlaksana dengan baik," harap Hamid Rizal, seraya memosisikan dirinya sebagai orang tua yang tengah menididik anak-anaknya.

Sebagai daerah terluar, tertinggal dan terdepan (3T), dan juga sebagai daerah dengan cadangan Migas terbesar se Asia, Natuna memang membutuhkan pengamanan yang kuat. Sehingga mampu menghalau adanya gangguan dari negara Asing. Mengingat Natuna merupakan sebuah daerah yang diapit oleh beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Vietnam, Thailand dan Tiongkok.

"Oleh Karena itu, marilah kita bersatu bersama TNI, Polri dan Rakyat, untuk menjaga daerah ini dengan baik. Selain itu, dengan kehadiran TNI, perekonomian masyarakat mulai meningkat, karena daya beli mulai naik," katanya.

Sementara itu, Danyon Komposit I Gardapati Natuna, Letkol (Inf) Ahmad Daud Harahap, yang didampingi oleh Wadanyon Komposit I Gardapati, Kapten (Arh) Alse Ariyanto dan sejumlah Perwira, dalam sambutannya mengatakan, bahwa para prajurit yang bertugas di bawah Komando Yon Komposit I Gardapati, masih akan terus bertambah lagi.

Dikatakannya, bahwa sampai saat ini Batalyon yang dikomandoinya, masih terus melakukan berbagai pperlengkapan. Mulai dari perlengkapan prajurit, alat sistem utama persenjataan (Alutsita) serta sarana dan prasarana lainnya.

"Kami ditugaskan disini bertujuan untuk menjaga keutuhan NKRI, dari gangguan negara luar. Mohon Pak Bupati memberikan arahan kepada kami, dalam menjalankan tugas di Natuna," ujar Daud.

Imbuh Daud, bahwa saat ini dirinya bersama seluruh prajuritnya, sudah menjadi bagian dari masyarakat Natuna. Meski mereka berasal dari berbagai daerah di Nusantara, namun keamanan dan kenyamanan di daerah yang berada di Laut Natuna Utara, menjadi harga mati bagi mereka.

"Meski para prajurit kami berasal dari berbagai daerah, namun saat ini kami adalah warga Natuna yang wajib menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Natuna," ungkap Daud, mengakhiri.(Erwin Prasetio)

Editor:Msp

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bupati Natuna Berkunjung Dengan Danyon Komposit I Gardapati "

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA