Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Kapolri Mutasi Puluhan Jenderal"Kapolda Kepri Ikut Dimutasi"


Foto:Kapolda kepri Irjen Pol Didid Widjanardi yang dimutasi menjadi Widya Iswara utama Sespim Lemdiklat Polri
Keprinews.com,Jakarta – Kapolri Tito Karnavian merotasi puluhan panglima tinggi (pati) di lingkungan Polda. Mayoritas yang dimutasi adalah pimpinan Polda di luar Jawa. salah satunya termasuk Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan rotasi dilakukan
berdasarkan surat telegram rahasia bernomor ST/2015/VIII/Kep/2018 dan ST/2014/VII/Kep/2018.

“Mutasi dalam rangka penyegaran,” kata Setyo melalui pesan singkat, Senin (13/8).

Dalam surat tersebut tertulis nama Kapolda Kepulauan Riau Inspektur Jenderal Didid
Widjanardi dimutasi menjadi Widya Iswara utama Sespim Lemdiklat Polri. Posisinya digantikan oleh Kapolda Maluku Irjen Andap Budhi Redianto.

Kapolda Maluku kemudian dijabat Irjen Royke Lumowa yang sebelumnya menjabat sebagai
Kepala Korps Lalu Lintas Polri.

Selanjutnya posisi Kakorlantas yang ditinggalkan Royke akan dijabat oleh Brigadir Jenderal
Refdi Andri yang sebelummya menjabat sebagai Kepala Biro Provost Divisi Profesi dan
Pengamanan Polri.

Posisi Karo Provos akan dijabat Komisaris Besar Hendro Pandowo yang sebelumnya
Kapolrestabes Bandung.

Kapolda Riau sebelumnya Irjen Nandang diganti oleh Wakapolda Jatim Brigjen Eko Prihastoko.

Kemudian Wakapolda Jatim saat ini dijabat oleh Brigjen Mohammad Iqbal yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri.

Jabatan Karopenmas diisi oleh Brigjen Dedi Prasetyo yang sebelumnya merupakan Wakapolda Jawa Tengah.

Brigjen Rikwanto menjadi Wakapolda Kalteng. Kapolda Sumut sebelumnya dijabat Irjen Paulus Waterpau diganti oleh Brigjen Agus Andrianto yang sebelumnya Wakapolda Sumut.
Lihat juga: Polisi Ungkap Jokowi Belum Buat SKCK untuk Pilpres 2019

Sedangkan Wakapolda Sumut dijabat Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto sebelummya jabat Koordiantor Sekretaris Pimpinan Polri.

Selain itu, Irjen Boy Rafli yang sebelumnya Kapolda Papua dimutasi ke Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri dan digantikan oleh Irjen Martuani Sormin sebelumnya Kadiv Propam Polri.

Kadiv Propam Polri saat ini Brigjen Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya Kapolda Banten.
Posisi Kapolda Banten diisi Brigjen Teddy Minahasa Putra yang sebelumnya Kepala Biro
Pengamanan Internal Divisi Propam Polri.

Kapolda Jatim Mahfud Arifin dimutasi sebagai analisis kebijakan utama bidang Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri. Jabatannya diganti Irjen Luki Hermawan yang sebelumnya Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri.

Kapolda Lampung, Irjen Suntana, menjabat sebagai Wakabaintelkam Polri. Suntana digantikan Brigjen Purwadi Arianto sebelumnya Wakapolda Metro Jaya.

Jabatan Wakapolda Metro Jaya akan diisi Brigjen Wahyu Hadiningrat yang sebelumnya
menjabar Pati Baintelkam Polri.

Terkahir, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Rachmat Mulyana menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri.

Jabatan Kapolda Kalsel sekarang dijabat oleh Irjen Yazid Fanani yang sebelumnya pati
Baintelkam Polri.

Mutasi ini diatur ST/2015/VIII/Kep/2018 dan ST/2014/VII/Kep/2018 Jakarta pada Tanggal 13 Agustus 2018 dan ditanda tangani oleh Karobinkar Brigjen Eko Indra Heri.

Sumber:cnn indonesia

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kapolri Mutasi Puluhan Jenderal"Kapolda Kepri Ikut Dimutasi""

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA