Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Pengurus IWO Sibolga Resmi Dilantik Periode 2017-2022

Tapteng,Keprinews.com - Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (DP IWO) Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi dilantik pada Senin, 23 Januari 2018, bertempat di Aula Visual Gedung Matauli Pandan. Damai Mendrofa dan Khottob Nasution masing-masing dipercaya sebagai Ketua dan Sekretaris PD IWO Sibolga-Tapteng Periode 2017-2022.
Penyerahan bendera petaka oleh Ketua PW IWO Sumatera Utara, Mei Leandha kepada Ketua PD IWO Sibolga-Tapteng(foto:humas)
Dalam pelantikan bertajuk, "Bersama kita kuat, sebarkan informasi benar dan anti hoaks", dihadiri langsung oleh Pengurus Pusat IWO, Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Sumatera Utara, Walikota Sibolga, Drs. M. Syarfi Hutaguruk dan Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani serta unsur muspika dan muspida dari kedua kota dan kabupaten.

Acara dimulai dengan pembacaan doa dan upacara nasional, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IWO. Dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Pusat IWO, Ikrar IWO dan Penyerahan Pataka dari Ketua PW IWO Sumatera Utara, Mei Leandha kepada Ketua PD IWO Sibolga-Tapteng.

Dalam kata sambutannya usai dilantik, Ketua PD IWO Sibolga-Tapteng mengucapkan terimakasih atas kerjasama semua pihak dalam menyukseskan pelantikan tersebut.
"Terimakasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu tersuksesnya pelantikan ini. Hal ini menjadi titik balik kemajuan wartawan online di Sibolga dan Tapteng", ujar Damai.

Damai menjelaskan proses pembentukan PD IWO Sibolga-Tapteng sebenarnya sudah berlangsung mulai September 2017. Dirinya menyatakan PD IWO Sibolga-Tapteng berlandaskan semangat bahwa hakekat kemanusian harus bersosial, terarah dan dan visioner.

Dirinya mengatakan bahwa wartawan saat ini bagaikan mempunyai stikma buruk  dimata stakeholder pemerintah dan masyarakat. Wartawan dianggap sebagai kalangan yang justru membahayakan dan dianggap musuh oleh kebanyakan orang. Padahal menurutnya, wartawan juga bagian dari masyarakat yang bertujuan untuk memberikan informasi sesuai dengan fakta yang ada dilapangan.

Ihwal itu, Damai berharap jika pemerintah dan masyarakat bisa menjadikan wartawan sebagai mitra dalam usaha pembangunan.
“Kami juga tidak perlu ditakuti karena kami itu bukan kebal hukum. Kami ini punya kode etik, dan kami punya Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999. Disitu begitu banyak kode etik, begitu juga di IWO ini", tandas Damai.

Hal senada juga disampaikan dalam kata sambutan Ketua Pengurus Pusat IWO Jodhi Yudono yang dibacakan oleh Lia Natalia. Jodhi menegaskan jika wartawan adalah profesi yang mengandalkan kualitas.
"Kita dikenal dengan kualitas kita dalam pembuatan berita. Kita ini bukan recehan 50.000an. Hargai diri kita biar kita bisa dihargai oleh orang lain", sebut Jodhi.

Dalam sambutan tertulis tersebut, Jodhi juga menegaskan bahwa dalam pembentukan media online, wajib memenuhi beberapa persyaratan. Termasuk harus mempersiapkan badan hukum dengan prosedur dimedianya masing masing. Pemberitaan yang juga disuguhkan juga kepada masyarakat pun harus berimbang. Cara-cara demikian yang mampu membuat profesi wartawan dapat dihargai oleh kalangan luar.

Walikota Sibolga, Drs. H. Syarfi Hutahuruk, dalam sambutannya juga ikut memberikan ucapan selamat.
"Selamat dan sukses kepada Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng, Saudara Damai Mendrofa", sebut Syarfi.

Syarfi menyebutkan hadirnya IWO sebagai organisasi yang menaungi wartawan online di era globalisasi saat ini merupakan hal yang sangat tepat. Namun dirinya menyatakan kalangan wartawan harus tetap berpegang teguh kepada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999.

Dirinya mengajak wartawan khususnya di Sibolga dan Tapanuli Tengah dapat bersama-sama mengusahakan kemajuan pembangunan daerah. Salah satunya dengan aktifnya wartawan menyuarakan keinginan masyarakat sekaligus menyampaikan pula perkembangan pembangunan yang telah dilakukan pemerintah.

Syarfi juga berharap jika IWO semakin jaya dan menyuguhkan pemberitaan yang sejuk dan benar. "Bukan kami pemerintah takut dikritik. Kami suka dikritik, tapi dijalannya. Itu pasti kita terima", imbuh Syarfi.

Ucapan selamat juga diberikan oleh Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani.
"Selamat kepada Ketua Ikatan Wartawan Online, Damai Medrofa, bahwa telah membentuk ikatan wartawan online (IWO) di Sibolga-Tapteng", ucap Bakhtiar.

Bakhtiar berujar dika selama dirinya tidak pernah "alergi" kepada wartawan. Hanya saja, jumlah yang mengaku wartawan di Sibolga dan Tapanili Tengah terlampau tidak masuk akal. Menurutnya, terdapat lebih dari 700 orang yang mengaku berprofesi sebagai wartawaman.

Namun saat pihaknya mendalami lebih lanjut, kebanyakan oknum yang mengaku wartawan tersebut tidak bernaung dalam suatu media tertentu.
"Jadi kepada IWO, mari kita catat siapa aja di dalam wartawan IWO itu. Kalau bisa dibuatkan kartu anggota IWO. Dan pastinya mengacu kepada Undang-Unndang Pers", harap Bakhtiar

Usai penyampaian kata sambutan dari berbagai pihak, pelantikan dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Walikota Sibolga, Bupati Tapanuli Tengah serta unsur muspika dan muspida lainnya. Sebelum akhirnya ditutup dengan penyerahan donasi oleh PD IWO Sibolga kepada anak-anak dari panti asuhan.(red/iwo sibolga)

Editor: Hendry

Ketua : Damai Mandrofa
0813-9736-3582
Sekretaris : Khottob Nasution

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengurus IWO Sibolga Resmi Dilantik Periode 2017-2022"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA