Bareskim Mabes Polri Tahan PNS Pemko Batam Pemilik Rekening Gendut Terlibat mafia BBM

kantor mabes polri
 Mabes Polri


Kepri News,Jakarta - Badan Reserse dan Kriminal (Bareskim) Mabes Polri telah menahan empat tersangka tindak pidana pencucian uang terkait BBM illegal di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), diantaranya Niwen Khairiyah (38) binti Imam Muhtadin, seorang PNS di Pemko Kota Batam.

Tiga tersangka lain yang ditahan adalah Yusri (55), karyawan Pertamina Region I Tanjunguban, Du Nun alias Aguan alias Anun (40), PHL TNI AL dan Aripin Ahmad (33) yang juga PHL TNI AL.


Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskim Mabes Polri, Kombes Rahmat Sunanto di Jakarta, Rabu (3/9/2014), mengatakan, keempat tersangka dijerat dengan tindak pidana pokok terkait kasus BBM ilegal yang diungkap Bareskrim.

"Mereka sudah ditahan, modusnya melakukan korupsi, gratifikasi dan pencucian uang terkait BBM llegal di wilayah Kepri dan sekitarnya," kata Rahmad.


Dari pemeriksaan penyidik, diketahui uang yang ada di rekening Niwen merupakan titipan dari kakaknya Ahmad Mahbub. "Kakaknya ini pengusaha BBM yang berhubungan dengam Yusri," ujarnya.

Niwen sudah ditahan oleh aparat kepolisan sejak 28 Agustus kemarin. Saat ini polisi masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Hanya saja, Rahmat belum membeber secara rinci peran Niwen dan tiga tersangka lainnya.


Pengungkapan itu berawal dari informasi yang diberikan PPATK kepada Bareskrim Mabes Polri. "Informasi awalnya diberikan oleh PPATK kepada Bareskrim Polri dan dikembangkan dengan penyelidikan sebelum menangkap dan menahan," ujar Rahmat

Seperti diketahui, kasus itu berawal dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ke Polri. Kepala PPATK, M Yusuf mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya transaksi mencurigakan yang melibatkan rekening milik oknum PNS di Batam.

Yusuf mengungkapkan, nilai transaksinya dalam kurun waktu lima tahun mencapai Rp 1,3 triliun. Menurutnya, transaksi di rekening itu diduga terkait bisnis ilegal seperti penyelundupan bahan bakar minyak dan penyelundupan manusia di daerah perbatasan.

Sementara itu, Walikota Batam Ahmad Dahlan menegaskan, belum mau memecat Niwen sebagai PNS di Pemko Batam, karena belum ada keputusan hukum tetap (inkracth) meski telah dijadikan tersangka dan ditahan Bareskim Mabes Polri.

"Untuk sementara ini tidak diberhentikan sebagai PNS. Kecuali nanti sudah ada keputusan yang tetap, kami akan melihat perkembangannya," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Minggu (31/9/2014).

Wali Kota meminta semua pihak untuk bersabar dan percaya pada proses hukum Niwen. Pemerintah Kota juga sedang mempertimbangkan untuk memberikan bantuan hukum kepada Niwen apabila diperlukan. "Kami serahkan pada aparat hukum. Kalau memang diperlukan (bantuan penasehat hukum-red), iya kami berikan," katanya.

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA