Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Tempat Wisata Di Karimun Propinsi Kepri

Kabupaten Karimun adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Ibu kota Kabupaten Karimun terletak di Tanjung Balai Karimun. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 7.984 km², dengan luas daratan 1.524 km² dan luas lautan 6.460 km². Kabupaten Karimun terdiri dari 198 pulau dengan 67 diantaranya berpenghuni.

Karimun memiliki jumlah penduduk sebanyak 174.784 jiwa. Karimun dahulu berada di bawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya hingga keruntuhannya pada abad ke-13, dan pada masa itu pengaruh ajaran Hindu dan Buddha mulai masuk ke Pulau Karimun. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti yang berada di Pasir Panjang. Pada masa itu disebutkan Karimun sering dilalui oleh kapal-kapal dagang karena letaknya yang strategis di Selat Malaka, hingga pengaruh Kerajaan Malaka mulai masuk pada tahun 1414.

Pada Tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugis, sejak saat itu banyak rakyat Malaka yang tinggal berpencar di pulau-pulau yang berada di Kepulauan Riau termasuk di Pulau Karimun, Pulau Kundur, Pulau Buru dan sekitarnya. Sejak kejatuhan Malaka dan digantikan perannya oleh Kerajaan Johor, Karimun dijadikan basis kekuatan angkatan laut untuk menentang Portugis sejak masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah I (1518-1521) hingga Sultan Ala Jala Abdul Jalil Ri'ayat Syah (1559-1591).  
Tempat Wisata Di Karimun Propinsi Kepri
Salah satu Tempat Wisata di Kabupaten Karimun

Berikut ini adalah Tempat Wisata Di Karimun Propinsi Kepri
Pantai Pelawan
Pantai ini terletak di Pangke, Meral, Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Pantai Pelawan merupakan salah 1 dari 2 pantai yang ada di Desa Pangke. Pantai Pelawan terletak lebih kurang 5km dari kantor desa Pangke. Objek wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat kabupaten Karimun pada akhir pekan ini termasuk kedalam wilayah RW 04 RT 03 Kampung Tengah Barat III.

Objek wisata Pantai Pelawan ini merupakan pantai yang mampu menarik banyak wisatawan bukan hanya wisatawan dalam negeri, namun juga wisatawan mancanegara. Sehingga objek wisata tersebut menjadi penopang perekonomian banyak warga yang tinggal disekitar pantai tersebut dengan menjajakan fasilitas seperti jajanan serta pelampung bagi wisatawan. 

Makam Keramat (Tok Badang)
Makam Badang merupakan sebuah pusara tempat peristirahatan terakhir seorang hulubalang Kerajaan Riau-Lingga. Hulubalang ini bernama Badang dan mempunyai kekuatan yang sangat besar serta mempunyai kesaktian. Karena kekuatannya itu, maka ia berhasil menumpas rompak laut yang mengacau di daerah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga. Makam ini dikeramatkan oleh sebagian penduduk tempatan sebagai tempat meminta berkah dan keselamatan.

Prasasti Pasir Panjang
Prasasti Pasir Panjang merupakan peninggalan bersejarah berupa batu tertulis. Tulisan yang terdapat pada batu ini terdiri dari tiga baris. Tulisan yang tertera merupakan aksara nagari dan berbahasa Sansekerta. Dari tulisan yang terdapat pada batu ini para ahli menyimpulkan bahwa tulisan itu mengandung arti “Pemujaan kepada Sang Budha melalui Tapak KakiNya”. Prasasti ini dipercaya berasal dari abad IX-X Masehi. Sementara itu ada juga yang berpendapat berasal dari abad ke XI dan XII.

Prasasti Pasir Panjang terletak di lereng bukit batu granit di wilayah Desa Pasir Panjang. Prasasti ini ramai dikunjungi oleh turis dalam dan luar negeri. Bahkan banyak para peneliti yang mempelajarinya. Di samping itu prasasti tersebut dianggap tempat keramat bagi umat Budha sehingga ramai orang Tionghoa yang datang berziarah guna keselamatan dan meminta berkah. Prasasti ini merupakan potensi wisata yang sudah dikembangkan dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun.

Mesjid Meral
Mesjid Meral merupakan salah satu peninggalan sejarah yang berada di Karimun. Mesjid Meral bergaya arsitektur khas Melayu dan berusia ratusan tahun, tepatnya dibangun pada tahun 1301 Masehi. Untuk menuju mesjid diperlukan sekitar 10 menit dari kota Tanjung Balai.

Mesjid Buru
Mesjid Buru merupakan mesjid yang tertua di daerah Karimun. Mesjid ini lebih dikenal dengan sebutan Mesjid Buru karena terletak di Pulau Buru. Mesjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdurrahman Muazamsyah (1883-1911). Jadi, mesjid ini sekarang sudah berusia lebih dari seratus tahun. Tidak diketahui secara pasti tahun berapa mesjid ini mulai didirikan. Mesjid Buru terletak di Desa Buru. Pada saat ini mesjid masih berfungsi dengan baik dan dapat menampung sekitar 100 orang jamaah.

Kelenteng Tua
Kelenteng yang terdapat di Pulau Buru ini merupakan tempat sembayang bagi umat Budha di Pulau Buru dan sekitarnya. Kelenteng ini merupakan tempat peribadatan pertama yang didirikan di Pulau Buru. Bangunannya terbuat dari batu dan semen. Menariknya, kelenteng ini letaknya berdekatan dengan Mesjid tertua Karimun di Pulau Buru. Sehingga dapat dikatakan toleransi antar umat beragama di Karimun sudah terjalin sejak lama.

Sumur Tua
Sumur tua di Pulau Buru ini memiliki keunikan yaitu mata airnya tidak pernah kering dalam kondisi cuaca apa pun. Sehingga airnya tetap dapat dijumpai dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk keperluan lainnya bagi sebagian masyarakat yang mempercayainya.

Makam Keramat
Makam Keramat terletak di kawasan Pantai Gading di Desa Gading, yang dapat ditempuh dari Tanjung Batu selama 30 menit melalui perjalanan darat. Keunikan dari Makam Keramat di Desa Gading ini adalah bila menaiki tangga ke arah makam maka jumlahnya tidak akan sama dengan hitungan anak tangga ketika menuruninya.

Pantai Pongkar
Pantai Pongkar merupakan salah satu pantai terbaik yang dimiliki Karimun. Pasir Pantai Pongkar berwarna putih dan terletak di Kecamatan Tebing. Obyek wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan transportasi lokal seperti taksi, bus, dan kendaraan roda dua lebih kurang 30 menit dari kota Tanjung Balai Karimun. Di sekitar objek terdapat panggung untuk atraksi kesenian daerah dan guest house untuk wisatawan yang ingin beristirahat atau menikmati suasana pantai lebih lama.

Air Terjun Pongkar Kecamatan Tebing
Air Terjun Pongkar adalah tempat menarik yang berdekatan dengan Gunung Jantan. Terletak di hutan lindung. Dari Tanjung Balai Karimun menuju Air Terjun dapat dicapai dengan taksi, bus, atau bersepeda motor sekitar 30 menit dari Tanjung Balai Karimun. Terdapat rumah makan, taman rekreasi dan kolam renang yang kecil di sekitar air terjun. Taman rekreasi dan air terjun ini selalu dikunjungi oleh wisatawan asing dan lokal untuk bersantai. Untuk dapat mencapai ke lokasi Air Terjun, pengunjung harus berjalan menyusuri bukit yang mendaki. Di sepanjang jalan menuju lokasi Air Terjun bisa dijumpai sungai-sungai kecil yang airnya jernih.

Sumber Mata Air Panas
Sumber Mata Air Panas ini terletak di Desa Tanjung Hutan Kecamatan Buru. Sumber Mata Air Panas tersebut sudah dikelola dalam bentuk sebuah kolam, sehingga pengunjung lebih mudah untuk memanfaatkannya. Apalagi kolam pemandian air panas ini berada jauh dari kebisingan kota. Sehingga sangat cocok untuk relaksasi. Di sekeliling kolam terdapat suasana perkampungan yang unik dan masih alami.

Pantai Lubuk
Keistimewaan Pantai Lubuk adalah mempunyai kondisi alam yang berbeda dari pantai lainnya yang ada di Kabupaten Karimun yaitu terdapat batu-batu besar dan banyak dijumpai hutan mangrove di sekitarnya. Pantai Lubuk terletak di wilayah Kecamatan Kundur. Untuk dapat mencapai pantai ini dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dari kota Tanjung Batu dengan menggunakan motor atau mobil. Namun dapat juga ditempuh dari Tanjung Balai dengan menggunakan speed boat atau ferry dengan cara mencarter, dengan waktu tempuh sekitar 60 menit.

Pantai Telunas
Pantai Telunas memiliki daya tarik tersendiri yaitu memiliki pemandangan yang indah, airnya kebiruan dan terdapat cottage yang terbuat dari kayu-kayu yang diambil dari hutan sekitarnya. Karena terbuat dari kayu-kayu, maka tinggal di cottage tersebut akan terasa lebih nyaman dan segar. Untuk dapat mencapai pantai ini dapat menggunakan perahu atau speedboat dari Tanjung Balai selama kurang lebih 45 menit.

Pantai Sawang
Pantai Sawang terletak di Kecamatan Kundur Pulau Kundur. Pantai Sawang memiliki pemandangan yang sangat unik yaitu pantainya cukup panjang dan sekitar pantai berbatasan dengan perkampungan yang sebagian besar penduduknya bercocok tanam atau nelayan. Keunikan lainnya adalah pengunjung dapat membeli telur itik untuk oleh-oleh sekembalinya dari Pantai Sawang. 

Misteri Batu Limau
Disebut dengan Misteri Batu Limau karena ada sebuah batu yang bentuknya menyerupai sebuah limau. Namun di kawasan ini juga banyak dijumpai batu-batu besar dengan bentuk-bentuk unik. Menurut penuturan masyarakat sekitarnya, batu-batu tersebut memiliki petuah dan legenda. Untuk dapat mencapai kawasan ini dapat menggunakan perahu pancung selama 10 menit dari Pulau Kundur ke Pulau Unggar, kemudian untuk dapat mencapai Desa Ale dibutuhkan waktu sekitar 20 menit. Jenis-jenis bebatuan yang memiliki bentuk-bentuk unik tersebut antara lain berupa batu kelamin pria, batu kelamin perempuan, batu panci, batu lesung, batu bilik kamar, batu pengantin, batu sendok dan batu limau. 

Kawasan Wisata Bukit Gading
Kawasan wisata Bukit Gading terletak di Desa Gading Kecamatan Kundur. Keunikannya pantai ini yaitu terdapat hutan mangrove yang lebat dan memiliki ruas pantai sepanjang 600 meter dengan pasir putih yang membentang dan lokasinya berada di bawah perbukitan. Selain itu, untuk dapat mencapai pantai ini, harus menuruni tangga yang cukup menantang. 

Perkebunan Buah-buahan
Karimun memiliki kawasan agro wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satu kawasan agro wisata yang dapat dikunjungi adalah agro wisata di Kecamatan Kundur Barat. Di Agrowisata ini pengunjung dapat menemukan hamparan buah-buahan seperti nenas, pisang, mangga, rambutan dan jeruk. Untuk dapat mencapai kawasan ini pengunjung dapat menempuh perjalanan selama 1 jam dari Tanjung Balai dengan menggunakan ferry untuk sampai di Pelabuhan Kundur.

Selain tempat-tempat peninggalan sejarah dan obyek wisata seperti tersebut di atas, ada berbagai even menarik yang diselenggarakan sepanjang tahun di Karimun. Diantaranya Festival Dangkong dan Lomba Sampan Layar. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang bersifat promosi. Kegiatan-kegiatan itu juga diadakan tidak hanya untuk menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya Kabupaten Karimun sebagai bagian dari budaya nasional. Namun juga sengaja diadakan untuk menarik minat wisatawan baik domestik maupun asing.

Festival Dangkong
Acara ini banyak diikuti oleh peserta dari mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan beberapa daerah di Kepulauan Riau. Pada festival ini pengunjung dapat menikmati sajian tarian, olah vokal dan musik Melayu dari para seniman, koreografer dan musisi yang menyuguhkan karya-karya terbaiknya.

Lomba Sampan Layar
Pada awalnya merupakan permainan rakyat yang tinggal di sepanjang pantai di Karimun dan menjadi tradisi bagi masyarakat Melayu yang hidupnya menggantungkan diri sebagai nelayan. Kini, menjadi agenda sepanjang tahun. Lomba Sampan Layar sering diadakan setiap perayaan 17 Agustus atau Hari Ulang Tahun Kemerdekaan. Jumlah orang yang ikut berlomba dalam 1 perahu mulai dari 5 orang, 7 orang, 9 dan 12 orang. 

Mandi Syafar
Merupakan kegiatan ritual di Karimun pada bulan Syafar (Penanggalan Muslim), yaitu melakukan mandi Syafar untuk membersihkan diri dari mara bahaya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tempat Wisata Di Karimun Propinsi Kepri"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA