
Foto: ilustrasi
Keprinews, Batam--Warga Batam dan Bintan bisa merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan tenang dan terang benderang. PT PLN Batam membuktikan janjinya dengan menjaga keandalan pasokan listrik sepanjang Ramadan hingga Lebaran usai tanpa ada gangguan berarti.
Selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, sistem kelistrikan dipastikan stabil. Tidak ada pemadaman yang mengganggu kekhusyukan ibadah maupun momen silaturahmi masyarakat.
Manajer Humas PT PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras ratusan personel yang disebar di berbagai divisi. Mereka bekerja siang malam memastikan sistem tetap optimal.
“Seluruh personel disiagakan guna memastikan pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri,” ujarnya.
Tak main-main, puluhan posko siaga kelistrikan didirikan di seluruh wilayah kerja. Tim dari sektor pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pengatur beban berada dalam posisi siap tempur untuk merespons cepat setiap potensi gangguan. Prioritas utama pengamanan difokuskan pada objek vital seperti bandara, pelabuhan, rumah ibadah, hingga fasilitas publik, terutama saat puncak arus mudik.
Secara teknis, pasokan listrik Batam-Bintan memang dalam kondisi "sehat". Sepanjang Maret 2026, daya mampu PLN tercatat sebesar 880,8 megawatt (MW), sementara beban puncak hanya menyentuh 761,0 MW. Artinya, ada cadangan daya (reserve margin) sebesar 119,8 MW atau 15,7 persen yang menjadi bantalan aman untuk menjaga stabilitas sistem.
Kesiapan ini teruji saat konsumsi listrik warga melonjak sekitar 19 persen dibanding tahun lalu. PLN Batam mampu mengatasinya berkat pasokan energi primer yang melimpah, di mana stok gas dan batu bara berada pada level sangat aman.
Sebagai langkah jaga-jaga, PLN juga menyiagakan "pasukan khusus" peralatan darurat, mulai dari genset mobile, gardu portable, hingga trafo mobile yang siap bergerak kapan saja dibutuhkan.
Dengan jumlah pelanggan yang kini menembus angka 400 ribu, PLN Batam sadar kebutuhan listrik ke depan akan terus meroket, terutama dari sektor industri. Karena itu, penguatan infrastruktur lewat smart grid dan sistem pengendalian berbasis SCADA terus dikebut.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan agar kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha dapat terpenuhi secara optimal,” tutup Yoga dengan tegas.