Redaksi Dan Pemasaran No Hp. 0813-6402-3369 Keprinews.com--Lengkap & Aktual

Kecewa Perilaku Oknum Guru Nyabu Komisi IV Minta Guru Di Batam Dites Urine

Keprinews.com
Udin P Sihaloho, Komisi IV DPRD Kota batam minta guru-guru di tes urine deteksi dini penanggulan narkoba. (Foto : Nila)
Keprinews.com, Batam – Komisi IV DPRD Kota Batam, sesalkan perilaku dua oknum guru SD Negeri 04 Batuaji yang tertangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau, BNNP, 22 Februari lalu. “Ini jelas-jelas mencoreng dunia pendidikan kita,” kata Udin P Sihaloho, anggota Komisi IV DPRD.
Keprihatian Udin P Sihaloho bukan tidak beralasan. Pasalnya bahaya narkoba tengah mengancam generasi muda yang notabene sebagai pelajar. “Apa jadinya nasib generasi muda kita, jika guru sebagai pendidik justru memberikan contoh yang tidak benar?” kata Udin P Sihaloho.
Mendidik, kata Udin P Sihaloho, bukan sekadar memberikan materi mata pelajaran di sekolah.  Selain mengubah tingkah laku anak dan membentuk karakter anak, oknum guru yang seharusnya membimbing dan menuntun, justru memberikan teladan yang tidak patut dicontoh. Melihat keprihatinan tersebut,  Udin P Sihaloho meminta agar tes urine dilakukan kepada guru-guru yang ada di Kota Batam.
Sebelumnnya, upaya untuk menanggulangi bahaya narkoba Presiden, Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018, Tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkotika. Di mana salah satu upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika dan perkusor narkotika, adalah dengan melaksanakan tes urine kepada seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk calon ASN.
Dengan indikator keberhasilan, terlaksananya tes urine kepada seluruh pegawai ASN yang pelaksanaannya berkoordinasi dengan Badan Nasional Narkotika dan Badan Narkotika Nasional Provinsi, Kabupaten, Kota. Sedangkan penanggung jawab pelaksanaan tes urine terhadap instansi terkait (seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah) adalah Badan Narkotika Nasional.
Ditanya sejauh mana tes urine yang dilakukan BNNP Kepri? Brigjen Pol Richard Nainggolan, Kepala BNNP mengatakan BNNP hanya sebatas melakukan sosialisasi kepada seluruh instansi. Sedangkan untuk melakukan tes urine adalah dinas terkait. “Di Inpres itu tes urine dilakukan instansi masing-masing,” kata Richard Nainggolan. Mengenai tes urine untuk guru-guru kata Richard Nainggolan itu dilakukan oleh instansi terkait dalam hal ini dinas pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, tidak menampik bila selama ini BNNP Kepri telah melakukan sosialisais tentang narkoba ke sekolah-sekolah. “Bahkan hari Sabtu yang lalu, BNNP ada turun ke sekolah setelah penangkapan lalu,” kata Hendri Arulan. Namun, untuk melakukan tes urine, dinas pendidikan Kota Batam tidak memiliki anggaran.
Menanggapi hal tersebut, Udin P Sihaloho mengatakan untuk melakukan hal-hal yang positif sebaiknya jangan berbicara anggaran. “Tidak ada gunanya kita lakukan sosialisasi antinarkoba, kalau faktanya di lapangan itu, guru pun terlibat dengan pemakai narkoba,” kata Udin P Sihaloho. Untuk oknum guru yang sudah tertangkap, Komisi IV meminta tindakan tegas, karena sudah lama sebagai pengguna narkoba.
Menyoal anggaran tes urine, Udin P Sihaloho mengatakan jika anggaran tes urine tidak ditampung dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Komisi IV akan berupaya menganggarkan tes urine ke anggaran perubahan. (Nila)

Editor:red

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kecewa Perilaku Oknum Guru Nyabu Komisi IV Minta Guru Di Batam Dites Urine"

Post a Comment

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA