Jefridin Apresiasi Kolaborasi BPJS Kesehatan dan BPJSTK, Berharap Jaminan Kesehatan Masyarakat Terlayani dengan Baik

Foto:ist

Keprinews
, Batam--Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. menerima kunjungan kerja pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Batam, Harry Nurdiansyah dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, dr Suci Rahmad, Mkes. di ruang kerjanya, Rabu (17/04/2024). Mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berterimakasih dan mengapresiasi atas kerjasama dalam layanan jaminan kesehatan di Kota Batam selama ini.


"Semoga kerjasama yang sudah berlangsung selama ini dapat terjalin lebih baik lagi. Saya berharap kolaborasi ini terus berjalan, sehingga jaminan kesehatan terhadap masyarakat Kota Batam dapat terlayani dengan baik," ujar Jefridin.


Untuk layanan BPJS Kesehatan, Jefridin menyampaikan masih minimnya kesadaran masyarakat melaporkan anggota keluarga yang sudah meninggal kepada Pemerintah. Begitu juga dengan peserta yang pindah domisili, masih minim melapor. 


"Barangkali ada solusi atau saran yang dapat menjadi inovasi bagi Kita sehingga masyarakat segera melaporkan data keluarganya yang sudah meninggal. Jika sudah ada solusinya akan Kita sosialisasikan, sehingga masyarakat melaporkan anggota keluarganya yang sudah wafat dan Pemko Batam tidak membayarkan lagi iuran BPJS Kesehatannya," tutur suami Hariyanti ini.


Terkait BPJS Ketenagakerjaan, mantan lurah Tanjung Uma ini menjelaskan bahwa tahun ini, sebanyak 3.444 nelayan kecil di Kota Batam yang terlindungi dalam program jaminan sosial. Setiap nelayan didaftarkan dalam dua jenis program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), Iuran yang dibayarkan Pemko Batam yaitu sebesar Rp201.600 per orang setiap tahunnya.


"Jumlah ini meningkat dibandingkat 2023 lalu yang hanya 1.944 orang. Nelayan yang terdaftar ini adalah nelayan kecil binaan Dinas Perikanan Kota Batam. Jika ada peserta baru tolong dipastikan bahwa Mereka adalah benar-benar nelayan, untuk menghindari persoalan ke depan," pesannya.


Ia bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong guru TPQ, Imam Masjid, Mubaligh dan Pendeta Menetap agar terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.() 

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA