Hilang Saat Menjaring Udang Petugas dan warga Lakukan Pencarian

Keprinews.com , Lingga -- Seorang Nelayan  Desa Mepar  kecamatan Lingga , Dikabarkan  Hilang Saat menjaring udang diperairan Laut Badas  mepar Pada Sabtu  (08/08/2020).

Kabar hilangnya Salah satu Nelayan Jaring  ini di sampaikan  Salah satu warga desa mepar "menjelaskan Nelayan yang hilang  merupakan  warga desa mepar Bernama Nasron (40) " Jelasnya


Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia  (HNSI)  Distrawandi membenarkan Kejadian tersebut  Dan menjelaskan Untuk kronologis kejadian Dia  mendapat Laporan dari salah satu Anggota HNSI di tempat.


"Pak Awang menjelaskan Kejadian tersebut Di perkirakan kurang lebih Pukul 05.30 wib Karena kebiasaan kami Menjaring udang  pada Subuh hari ,untuk Rekan kita Yang hilang bernama Nasron ,Awal kejadian Kami sama - sama melaut Kami menemukan pompong -Red  korban kosong dan juga di temukan lampu Senter korban Di dekat jaring sy tidak bisa menyimpulkan Apakah  Sakit perut Atau Pusing Mata -Red ,Kami sudah membuat laporan kepada pihak dinas ,Basarnas dan pihak terkait" jelas Awang melalui Telpon Seluler kepada Distrawandi


Distrawandi Juga "menjelaskan Kalau dari HNSI  sudah mengerahkan Kurang lebih 20 buah Pompong -Red untuk Melakukan Upaya pencarian korban karna untuk sekarang yg kita  fokus  Adalah pencarian di bantu Dari pihak BNPB, Basarnas , Satpolair Bahkan Wakil Bupati Lingga M.nizar Juga ikut dalam Upaya pencarian korban" Jelasnya melalui Telpon Seluler


"Ditambahkannya kami dari HNSI  menghimbau kepada Nelayan untuk Selalu berhati-hati pada saat melaut karna sekarang Sudah memasuki cuaca yang Ekstrim" Tutupnya.

(Awalludin)

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA