Wakil Bupati Lingga M Nizar Sampaikan 3P Dalam acara Syukuran

Keprinews.com ,Lingga --  Hadir dalam acara malam syukuran terbentuknya desa persiapan Di Senempek -Red , Wakil Bupati Lingga sampaikan 3P Hal  yakni Proaktif, Partnership dan Problem Solving pada Kepala Desa Persiapan Senempek, serta harapkan masyarakat dapat bersama-sama saling bahu membahu menuju Desa Persiapan menjadi desa defenitif.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Lingga mengucapkan selamat pada desa persiapan Senempek, akhirnya kerja keras dan melalui proses panjang keinginan masyarakat dalam pemekaran ini dapat terwujud, tentunya harapan kita semua semoga perjuangan pemekaran ini tidak sia-sia dan terwujud menjadi desa defenitif kedepannya,” kata Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar dalam sambutannya pada malam syukuran di Desa Persiapan Senempek pemekaran dari Desa Induk Limbung, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Sabtu (25/07/2020)

Selain itu kepada Kepala Desa Persiapan Senempek, Nizar menyampaikan untuk dapat arif dan bijaksana dalam menjalankan amanah tugas serta menerapkan 3P yakni, Proaktif terhadap masyarakat, Partnership membangun dan menjalin komunikasi dengan relasi atau pejabat terkait dalam memajukan Desa Senempek serta Problem Solving dengan mencari solusi dan membuka komunikasi bersama-sama masyarakat, perangkat dan tokoh masyarakat saling mengisi dalam pemecahan masalah yang dihadapi dalam berjalannya desa persiapan ini kedepannya.

“Saya yakin dan percaya bapak dan ibu serta tokoh masyarakat, agama dan cerdik pandai desa ini dapat bekerjasama dalam membangun desa yang kita sama-sama cintai ini, semoga perjuangan desa persiapan ini tidak sia-sia dan dapat menuju menjadi desa defenitif, tentunya untuk menjadi desa seutuhnya atau defenitif akan melalui proses panjang dan kajian peninjauan kelayakan desa ini dalam berjalannya waktu nantinya,” kata Nizar.

Sementara itu Ketua Tim Pembentukan Desa Persiapan Senempek Muhammad Arief, SKM, M.Si mengatakan, tepatnya pada 18 Mei 2018 lalu, ia bersama dengan yang lainnya serta mengajak Kepala Desa Limbung melakukan rapat pembentukan pemekaran Senempek menjadi satu wilayah desa tersendiri dan pemekaran dari Desa Limbung.

“Atas dasar memperpendek rentang kendali dan pemerataan pembangunan ditunjang dengan luas wilayah dan jumlah penduduk dari desa induk Limbung yang sudah layak dimekarkan, maka pada waktu kami melakukan rapat pembentukan desa pemekaran yang dihadiri Pak Kades Limbung, RT, RW dan sejumlah masyarakat. Alhamdulilah, dari hasil pertemuan itu masyarakat dusun senempek khususnya bersama dengan masyarakat Sungai Nona, Sambau dan sekitarnya setuju dan mendukung akan terbentuknya desa persiapan Senempek ini,” ungkap Arief.

Menurut Arif, perjalanan dan kerja keras semua pihak untuk terbentuknya desa persiapan Senempek ini sangatlah panjang dan melalui berbagai proses, untuk itu sangat diharapkan dan menghimbau pada masyarakat untuk dapat bersama-sama membangun desa persiapan Senempek ini lebih maju dan setara dengan desa-desa yang telah terbentuk hingga menuju desa defenitif kedepannya.

“Ini tak mudah dan membutuhkan perjuangan, kita menyadari Pemerintah Daerah, pak Bupati dan pak Wakil Bupati Lingga juga telah bersusah payah untuk memenuhi keinginan kita dalam mewujudkan desa ini menjadi desa persiapan. Prosesnya tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun melalui proses yang sangat panjang dan didukung oleh Pemerintah Daerah, tinggal bagaimana nantinya kita mengisi desa ini dengan manfaat-manfaat rentang kendali dan pembangunan yang tentunya untuk kita semua disini.” kata Arief.

Hadir pada malam syukuran Desa Persiapan Senempek tersebut yakni, Kabag Tata setda Kabupaten Lingga, kabag kominfo dan humas setda kab. Lingga, Kabag Umum Sekwan, Perwakilan dari Kecamatan Lingga Utara, sejumlah Kepada Desa, Ketua BPD, Pejabat Sementara Desa Persiapan Senempek, Ketua RT dan RW, Babinsa, Tokoh Agama, serta masyarakat.
(Awalludin)

Kasubag Humas Pemkab Lingga

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA