Peresmian Gereja GMIH Betesda Falila Dihadiri Asisten II Kab Pulau Morotai

Keprinews.com,Morotai-Peresmian dan pentabisan gereja GMIH Betesdah falila di hadiri dan di resmikan oleh asisten II.  Alexsander. Wermasubun. S. Ip. M. Si mewakili Bupati Dan yang mewakili Sinode Pdt. Abram. Ugu,
Serta seluruh staff ahli bupati,Kamis 25/10/2018 di desa falila kecamatan morotai selatan.

Peresmian dan pentabisan gereja GMIH Betesdah falila di hadiri dan di resmikan oleh asisten II.  Alexsander. Wermasubun. S. Ip. M. Si mewakili Bupati Dan yang mewakili Sinode Pdt. Abram.
Dalam kegiatan pentabisan dia awali dengan ibadah yang di pimpin oleh pdt. Steven. Didide. MTh. dalam khotbahnya menekankan di dalam kitab suci Esra 6:13-22, dan juga diikuti dengan lagu pujian dari berbagai gereja di morotai.
 asisten II.  Alexsander. Wermasubun. S. Ip. M. Si mewakili Bupati gunting pita peresmian gereja GMIH Betesdah falila

"Dalam sambutan Assisten II Mewakili Bupati pulau morotai, dalam proses pembangunan sampai dengan proses peresmian ini merupakan perkenaan campur tangan Tuhan,dan dalam kesempatn ini adalah merupakan tantangan iman dan gereja yang hidup dan menjadi metsbah untuk pujian kepada Tuhan,tantangan gereja kedepan bagaimana warga jemaat memiliki komitmen sekali menempati rumah gmih tentunya berhadapan dengan kemajuan teknologi sekarang lebih banyak membawah HP dibandingkan Alkitab dan kidung jemaat.(oje)

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA